• ukm
  • header

Berita

Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) bertema “Mengenal dan Mengatasi Cemas: Apa yang Bisa Kita Lakukan?” di halaman belakang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, pada Kamis (28/08) sore.

Kegiatan ini menghadirkan Kurniati Agil Cahyaningsih sebagai pemantik diskusi. Ia menekankan bahwa kecemasan merupakan respons alami manusia, tetapi perlu dikenali sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan serius.

“Cemas umumnya berawal dari pikiran dan disertai tanda fisik seperti jantung berdebar, gemetar, sulit fokus, atau keringat berlebihan. Meski terasa tidak nyaman, cemas sejatinya wajar dialami siapa pun. Ia menjadi tanda bahwa tubuh sedang peduli dan bersiap menghadapi sesuatu demi memberikan yang terbaik bagi diri kita.” jelas Agil.

Ia juga memaparkan sejumlah langkah sederhana untuk mengelola kecemasan, di antaranya: menerima rasa cemas, mengatur napas, tetap fokus pada hal yang sedang dihadapi, mendiskusikan perasaan dengan orang lain, mengalihkan diri pada kegiatan positif, serta menghindari konsumsi alkohol dan kafein.

Acara dipandu oleh Aisya Meidina Natasya dari Divisi Kajian UKM SIGMA sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan partisipasi aktif mahasiswa yang bertanya, berbagi pengalaman, serta menyampaikan strategi dalam mengelola kecemasan.

Selain menjadi forum berbagi pengetahuan, LDG juga menjadi ruang dukungan bagi mahasiswa. Obrolan ringan hingga refleksi mendalam membuat peserta menyepakati bahwa kecemasan bukan hal tabu untuk dibicarakan.

Melalui forum sederhana ini, UKM SIGMA menghadirkan ruang aman bagi mahasiswa untuk saling mendengar dan menguatkan. Bagi sebagian peserta, langkah awal mengatasi rasa cemas ternyata berawal dari keberanian untuk berbagi cerita.

Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) sukses menggelar lomba Sigma Menulis pada rangkaian acara Alteration Festival (Alterfest) 2025 yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Acara ini berlangsung pada Sabtu (23/08), di ruang kelas FUAD 3.8 mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

Lomba ini diikuti oleh mahasiswa baru dari seluruh fakultas, yang tergabung dalam tim per fakultas. Setiap tim diharuskan menulis sekaligus mempresentasikan esai bertema “Laki-laki dan Perempuan: Sama, Setara, dan Berdaya.”

Ketua Umum UKM SIGMA, Mazda Ghazali Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana awal bagi mahasiswa baru untuk mengasah kemampuan komunikasi, presentasi, dan menulis gagasan.

“Kami menilai masih banyak mahasiswa yang perlu terus dilatih skill komunikasinya. Karena itu, lomba ini kami inisiasi untuk memicu semangat mahasiswa baru agar terlatih menyampaikan ide, khususnya terkait isu gender dan kesetaraan,” ungkap Ghazali.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Nindya Mutiara Maharani mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan.

“Semoga acara ini bisa membawa manfaat bagi mahasiswa baru untuk mengasah kemampuan menulis dan komunikasi. Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan,” ucap Tiara.

Dengan diadakannya lomba Sigma Menulis, UKM SIGMA berharap dapat menumbuhkan minat mahasiswa baru terhadap dunia kepenulisan sekaligus memperkuat kesadaran tentang pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan gender di lingkungan kampus.

Pekalongan – Diskusi Kajian Gender bertajuk “Penguatan Perspektif Gender dan Focal Point Gender Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus” sukses digelar oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Sabtu (26/8) siang. UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) bersama Duta Gender UIN Gus Dur turut terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari peran mereka di kampus sebagai focal point gender dari kalangan mahasiswa. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKM SIGMA dan Duta Gender dalam mendukung penguatan kesadaran dan aksi pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid daring dan luring ini dibuka oleh Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Dr. Moh. Sugeng Solehuddin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan urgensi membangun kesadaran bersama di kampus untuk memahami dan mencegah kekerasan seksual.

"Kampus harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika. Pentingnya pengarusutamaan perspektif gender agar kekerasan berbasis gender tidak lagi terjadi di ruang akademik," ujar Prof. Sugeng.

Hadir sebagai narasumber utama, Desti Murdijana, seorang aktivis gender senior dan pembina aliansi PTRG dari We-Lead dan JAZZ, memaparkan bahwa kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja termasuk institusi pendidikan. Hal ini kerap terjadi akibat relasi kuasa yang tidak seimbang saat pelaku merasa memiliki posisi atau kekuatan yang lebih tinggi dibanding korban.

"Selain faktor relasi kuasa, kekerasan seksual kerap terjadi karena adanya niat serta keyakinan pelaku bahwa ia dapat menguasai korban. Penting untuk disadari bahwa siapa pun bisa menjadi korban, termasuk perempuan berhijab, lansia, maupun individu dengan kondisi fisik tertentu. Berbeda dengan kejahatan biasa yang muncul karena peluang, kekerasan seksual justru bisa dirancang dan diciptakan oleh pelaku," jelas Desti.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan respons dan interaksi yang cukup baik dari peserta. Meskipun diselenggarakan secara hybrid, antusiasme tetap terasa, terutama melalui partisipasi aktif peserta.

Acara ditutup oleh Kepala PSGA UIN Gus Dur, Nadhifatuz Zulfa, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi antara PSGA, UKM SIGMA, Duta Gender, dan seluruh elemen kampus dapat terus diperkuat demi membangun budaya akademik yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan seksual.

Pengumuman

Error: No articles to display

Kegiatan

Artikel

Has no content to show!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree