• ukm
  • header

Berita

Pekalongan - UKM SIGMA UIN Gus Dur Pekalongan melalui Divisi Kominfo mengadakan pelatihan desain grafis dengan tema “Bikin, Upload, Cuan: Pelatihan Design Grafis Template Canva Untuk Dijual Online” pada Minggu (11/05) di ruang FUAD 3.7. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus UKM SIGMA serta sejumlah mahasiswa yang tertarik memperdalam keterampilan desain dan pembuatan konten visual.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk menunjang keterampilan pengurus UKM SIGMA, khususnya dalam menyebarkan pesan-pesan penting seperti kesetaraan gender, anti kekerasan, serta nilai-nilai keadilan sosial yang menjadi fokus utama UKM SIGMA. Di era digital, kemampuan mengemas pesan melalui visual yang menarik menjadi krusial agar gagasan-gagasan tersebut dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif.

Dengan memanfaatkan platform Canva, pelatihan ini juga mendorong semangat kemandirian ekonomi di kalangan mahasiswa melalui peluang usaha kreatif, seperti penjualan template desain digital. Harapannya acara ini dapat memberikan keterampilan sekaligus ladang wirausaha mahasiswa.

Sebagai pemateri, panitia menghadirkan Muhammad Luthfi Maulana, seorang graphic designer yang memandu peserta dalam proses pembuatan template desain dari awal. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar desain, pemilihan layout, penataan elemen visual, serta pengaturan format agar layak dijual di platform online. Seluruh tahapan ditampilkan secara langsung melalui layar presentasi, memungkinkan peserta mengikuti proses secara runtut dan praktis.

Acara ini diketuai oleh Nauroh Khisanah dari Divisi Kominfo UKM SIGMA. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi kegiatan UKM SIGMA serta menjadi bekal berharga bagi peserta yang ingin mengembangkan potensi di bidang desain grafis dan kewirausahaan digital.

Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Rapat Triwulan I pada Minggu (04/05) di ruang kelas FUAD 3.7. Rapat yang mengusung tema “Revitalisasi Internal dan Penguatan Sinergi” ini dihadiri oleh seluruh pengurus dari masing-masing divisi.

Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan capaian program kerja yang telah dijalankan selama tiga bulan pertama masa kepengurusan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan komunikasi lintas divisi guna menunjang efektivitas kerja organisasi ke depan.

Divisi-divisi yang hadir dalam rapat ini meliputi Divisi Kajian, Supporting, Eksternal, P3A (Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota), Kominfo (Komunikasi dan Informasi), serta Badan Pengurus Harian (BPH). Masing-masing divisi menyampaikan laporan kegiatan, kendala yang dihadapi, serta usulan perbaikan untuk perkembangan organisasi berikutnya.

Ketua Umum UKM SIGMA menyampaikan bahwa rapat triwulan ini merupakan langkah awal dalam membangun budaya evaluatif dan reflektif di tubuh organisasi. “Melalui forum ini, kita tidak hanya menilai pencapaian, tetapi juga membangun semangat kolaboratif untuk menciptakan program yang lebih berdampak dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rapat ditutup dengan sesi diskusi terbuka antardivisi untuk menyusun langkah strategis yang lebih terarah, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan visi dan misi UKM SIGMA sebagai organisasi yang responsif terhadap isu-isu gender dan sosial di lingkungan kampus.

Pekalongan — UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) yang ketiga dengan tema “Dari Ketidakadilan Menuju Kesetaraan: Menggali Hubungan antara Kesetaraan Gender dan Kesehatan Mental”. Bertempat di halaman perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Selasa (29/04) sore, diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ketimpangan gender berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan mental, terutama di lingkungan kampus.

Acara ini dipandu oleh Nadya Tri Ardiyanti dari Divisi Kajian sebagai moderator, dan menghadirkan Ikhfa Fauziyatul Maula dari Divisi Supporting sebagai pemantik utama. Dalam pemaparannya, Ikhfa menekankan bahwa kesehatan mental kerap kali diabaikan dalam perbincangan tentang kesetaraan gender, padahal banyak kasus tekanan psikis dialami oleh individu karena ekspektasi sosial yang timpang berbasis gender.

“Ketika perempuan dibebani standar ganda, laki-laki dibatasi dalam mengungkap emosi, dan minoritas gender mengalami diskriminasi, maka kita perlu bertanya: seberapa sehat ruang sosial kita bagi semua orang?” ujar Ikhfa.

Diskusi ini turut mengajak peserta untuk membedah pengalaman pribadi dan sosial secara terbuka, menjadikan LDG bukan hanya forum teoretis, melainkan juga ruang aman untuk berbagi. Mahasiswa dari berbagai fakultas tampak antusias memberikan respons dan pertanyaan, menunjukkan bahwa tema kesetaraan dan kesehatan mental memiliki relevansi kuat dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Lapak Diskusi Gender adalah program rutin UKM SIGMA yang bertujuan membumikan isu-isu gender ke ruang-ruang publik kampus dengan pendekatan santai namun substansial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembicaraan soal keadilan gender tidak harus selalu berada di seminar besar, tetapi bisa dimulai dari lingkaran diskusi kecil yang membumi dan inklusif.

Pengumuman

Error: No articles to display

Kegiatan

Artikel

Has no content to show!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree