• ukm
  • header

Berita

PEKALONGAN - Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan sukses menyelenggarakan acara Gender Talkshow dengan tema "Membangun Generasi Muda yang Peduli dan Berani Mencegah Kekerasan Seksual". Kegiatan ini bertempat di ruang seminar lantai 3 perpustakaan UIN Gus Dur.H. Acara ini diikuti oleh puluhan peserta, dengan turut serta hadir perwakilan siswa dan siswi setingkat SMA di kabupaten dan kota Pekalongan.

Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memberikan wawasan mendalam seputar isu gender dan kekerasan seksual. Narasumber pertama adalah Gilang Nanda Permana Widodo, Duta GenRe Kabupaten Pekalongan tahun 2021. Dalam pemaparannya, Gilang menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai hak-hak perempuan, serta peran institusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan setara.

Narasumber kedua, dr. Ratna Susanti, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Pekalongan, turut berbagi pengalaman dan pandangannya terkait peran generasi muda dalam menciptakan budaya saling menghargai dan berani bersuara melawan kekerasan seksual. Ibu dr. Ratna juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Wakil ketua UKM SIGMA saudari Agil Kiki Anggraini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mengedukasi dan membentuk kesadaran kritis generasi muda, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan diskusi yang interaktif, acara ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi terciptanya ruang aman dan setara, serta memupuk semangat generasi muda yang peduli dan berani dalam memperjuangkan keadilan gender.

Pekalongan — UKM Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan selenggarakan Lapak Diskusi Gender (LDG) dengan mengangkat tema “Membongkar Realita Fantasi Sedarah: Memahami Psikis Korban dan Dampak Sosialnya”, pada rabu sore (4/6) di lobi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Diskusi ini menghadirkan Ibu Ningsih Fadhilah, M.Pd., seorang akademisi dan praktisi bimbingan dan konseling yang fokus pada isu gender dan anak, sebagai pemantik. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa fantasi sedarah bukan sekadar penyimpangan perilaku, melainkan sering kali merupakan dampak dari pengalaman traumatis masa kecil, relasi kuasa yang tidak seimbang dalam keluarga, kurangnya edukasi seksual, serta tekanan sosial yang represif.

“Bukan sekadar penyimpangan, tapi bisa berakar dari trauma masa kecil, relasi kuasa dalam keluarga, kurangnya edukasi seksual, hingga lingkungan sosial yang represif. Terdapat manifestasi bawah sadar dan pola relasi yang rusak,” ujar Ibu Ningsih.

Diskusi dipandu oleh Rizky Uswatun Khasanah dari Divisi Kajian UKM SIGMA selaku moderator. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas dan berlangsung secara interaktif. Para peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dengan menyampaikan pertanyaan maupun pandangan terkait topik yang dibahas.

Kegiatan LDG ini menjadi wujud kepedulian UKM SIGMA terhadap isu kekerasan dalam relasi keluarga yang belakangan menjadi sorotan publik. Sebagai organisasi yang berfokus pada isu gender, UKM SIGMA berupaya menyediakan ruang dialog yang edukatif dan terbuka bagi mahasiswa dalam memahami kompleksitas persoalan tersebut. Melalui forum ini, UKM SIGMA menegaskan perannya dalam membangun lingkungan kampus yang peka, aman, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan serta kemanusiaan.

Pekalongan — Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (DEMA-U) berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) menyelenggarakan diskusi terbuka bertema “Stereotip Gender: Jalur Advokasi dan Korelasinya dengan HAM” pada Rabu (28/05) sore. Kegiatan ini berlangsung di pelataran Gedung Student Center dalam suasana santai namun sarat makna.

Diskusi dibuka oleh Mazda Ghazali Hidayat, Ketua Umum UKM SIGMA, yang menyampaikan pengantar tentang bagaimana stereotip gender terbentuk sejak dini dan secara tak sadar membentuk pola interaksi sosial. Ghazali menekankan pentingnya refleksi diri dalam membongkar konstruksi sosial yang membatasi peran laki-laki dan perempuan di berbagai ranah kehidupan.

Sesi kedua diisi oleh Kementerian Komunikasi, Politik & Hukum DEMA-U yang memaparkan prosedur pelaporan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Mereka menegaskan bahwa mekanisme ini dirancang untuk menjamin kerahasiaan, memberikan perlindungan bagi penyintas, serta memastikan adanya kepastian hukum di tingkat institusi.

Selanjutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan DEMA-U mengaitkan isu kekerasan seksual dengan perspektif hak asasi manusia. Mereka menegaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki derajat yang setara di mata HAM, tanpa memandang jenis kelamin maupun identitas gender.

Diskusi ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif diskusi terbuka ini. Ia mendorong agar kegiatan semacam ini terus digelar secara rutin tanpa dibatasi oleh formalitas. Menurut Prof. Shinta, ruang-ruang diskusi yang terbuka dan santai justru menjadi wadah efektif bagi mahasiswa untuk saling bertukar ide dan merumuskan solusi secara kreatif.

Dengan tiga sesi pemaparan yang menyentuh ranah konstruksi sosial, jalur advokasi kekerasan seksual, serta perspektif HAM, kolaborasi antara DEMA-U dan UKM SIGMA ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kritis mahasiswa terhadap stereotip gender. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kampus yang lebih inklusif, adil, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Pengumuman

Error: No articles to display

Kegiatan

Artikel

Has no content to show!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree