Berita
Pekalongan — UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) yang ketiga dengan tema “Dari Ketidakadilan Menuju Kesetaraan: Menggali Hubungan antara Kesetaraan Gender dan Kesehatan Mental”. Bertempat di halaman perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Selasa (29/04) sore, diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ketimpangan gender berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan mental, terutama di lingkungan kampus.
Acara ini dipandu oleh Nadya Tri Ardiyanti dari Divisi Kajian sebagai moderator, dan menghadirkan Ikhfa Fauziyatul Maula dari Divisi Supporting sebagai pemantik utama. Dalam pemaparannya, Ikhfa menekankan bahwa kesehatan mental kerap kali diabaikan dalam perbincangan tentang kesetaraan gender, padahal banyak kasus tekanan psikis dialami oleh individu karena ekspektasi sosial yang timpang berbasis gender.
“Ketika perempuan dibebani standar ganda, laki-laki dibatasi dalam mengungkap emosi, dan minoritas gender mengalami diskriminasi, maka kita perlu bertanya: seberapa sehat ruang sosial kita bagi semua orang?” ujar Ikhfa.
Diskusi ini turut mengajak peserta untuk membedah pengalaman pribadi dan sosial secara terbuka, menjadikan LDG bukan hanya forum teoretis, melainkan juga ruang aman untuk berbagi. Mahasiswa dari berbagai fakultas tampak antusias memberikan respons dan pertanyaan, menunjukkan bahwa tema kesetaraan dan kesehatan mental memiliki relevansi kuat dalam kehidupan kampus sehari-hari.
Lapak Diskusi Gender adalah program rutin UKM SIGMA yang bertujuan membumikan isu-isu gender ke ruang-ruang publik kampus dengan pendekatan santai namun substansial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembicaraan soal keadilan gender tidak harus selalu berada di seminar besar, tetapi bisa dimulai dari lingkaran diskusi kecil yang membumi dan inklusif.
PEKALONGAN — Dalam upaya memperkuat budaya akademik sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) dan Training Administrasi (TA) pada minggu (27/4) di Gedung FUAD.
PKTI yang merupakan program kerja Divisi Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota (P3A) diketuai oleh Karima Ibnatun Najwa sebagai ketua pelaksana. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Athoillah Islamy S.H.I. M.A.Hk., akademisi yang dikenal aktif sebagai reviewer di lebih dari 10 jurnal ilmiah nasional serta Managing Editor TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali teori penulisan karya ilmiah, tetapi juga diajak memahami praktik penyusunan artikel yang memenuhi standar publikasi akademik, mulai dari identifikasi masalah, hingga teknik penulisan abstrak, hasil, dan pembahasan yang sistematis.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya aspek kebaruan (novelty) dalam riset dan strategi meningkatkan kualitas referensi, dengan mendorong penggunaan sumber-sumber terbaru dari jurnal ilmiah bereputasi. Materi yang disampaikan relevan untuk mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan karya tulis akademik, baik untuk kebutuhan perkuliahan maupun publikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Training Administrasi yang merupakan program kerja Badan Pengurus Harian (BPH) UKM SIGMA dipandu oleh Rahmi Nurmulia, Sekretaris I UKM SIGMA. Pada sesi ini, peserta mempelajari prinsip-prinsip dasar tata kelola administrasi organisasi, termasuk penyusunan surat resmi, pembuatan laporan kegiatan, dan juga pengelolaan arsip fisik maupun digital. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi yang akuntabel dan tertata, sejalan dengan kebutuhan tata kelola kelembagaan mahasiswa yang semakin kompleks.
Kegiatan yang terbuka untuk seluruh mahasiswa ini mendapat respon baik, terlihat dari kehadiran peserta yang berasal dari berbagai program studi. Selain sebagai wadah peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar ide, serta mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai organisasi.
Dengan menggabungkan penguatan aspek akademik dan kemampuan pengorganisasian, UKM SIGMA terus berkomitmen untuk membangun tradisi keilmuan yang kuat dan menyiapkan mahasiswa yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
Pekalongan, UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan ruang aman bagi seluruh mahasiswa dengan berkolaborasi dalam Seminar Nasional Anti Kekerasan Seksual. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) FORSIMA PAI Jawa Tengah 2025.
Seminar yang mengusung tema “Menciptakan Kampus Merdeka Bebas dari Kekerasan Seksual” ini diadakan di Gedung Student Centre UIN Gusdur Pekalongan dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan edukasi mengenai isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, sekaligus momentum strategis bagi UKM SIGMA untuk memperluas pengaruh gerakannya.
Sebagai unit kegiatan mahasiswa yang fokus pada isu-isu gender, inklusif, dan keberpihakan pada penyintas, UKM SIGMA merasa bahwa tema seminar ini sangat selaras dengan nilai-nilai dan semangat perjuangan yang selama ini diusung. Karena itu, UKM SIGMA turut serta sebagai mitra kolaborasi, dengan menghadirkan layanan dan kontribusi nyata di lokasi acara.
Dalam kesempatan ini, UKM SIGMA memperkenalkan Ruang KONGSI (Konseling SIGMA) kepada seluruh peserta seminar. Ruang KONGSI merupakan salah satu program layanan yang disediakan oleh UKM SIGMA untuk mendampingi mahasiswa dalam berbagai persoalan yang bersifat personal maupun struktural. Layanan yang dikenalkan dalam acara ini meliputi:
- Layanan Konseling sebaya
- Layanan psikososial
- Layanan Bantuan hukum
- Layanan kesehatan (fisik dan mental)
- Layanan keagamaan yang inklusif
Dengan membuka stand informasi dan menyapa peserta secara langsung, UKM SIGMA berharap mahasiswa UIN Gusdur Pekalongan secara khusus, dan mahasiswa PAI se-Jawa Tengah secara umum, semakin mengenal peran serta fungsi UKM SIGMA dalam menciptakan ruang aman di lingkungan kampus.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang:
- Ibu Ningsih Fadhilah, M.Pd., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Gusdur sekaligus anggota Aliansi Pusat Studi Gender se-Indonesia;
- Bpk. H. Abdul Hamid, M.Pd., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang menyuarakan pentingnya regulasi perlindungan korban kekerasan seksual di kampus;
- Ilham Fathu Rohman, Duta Genre Indonesia 2025 yang mengajak anak muda untuk terlibat aktif dalam gerakan pencegahan kekerasan seksual dengan pendekatan edukatif dan kreatif.
Seminar ini juga dimoderatori oleh Ihza Maulina, demisioner Ketua KOPRI PMII Pekalongan 2023/2024, yang dikenal aktif dalam isu advokasi perempuan dan mahasiswa.
Melalui partisipasi dalam acara ini, UKM SIGMA ingin menegaskan bahwa kerja-kerja pemberdayaan dan perlindungan mahasiswa dari kekerasan seksual tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu keterlibatan semua pihak. Kolaborasi dengan HMPS PAI ini menjadi bentuk sinergi antar-organisasi mahasiswa untuk memperluas pengaruh dan dampak kerja-kerja advokasi.
SIGMA juga berharap, kehadiran Ruang KONGSI bisa menjadi awal yang baik dalam membangun budaya saling peduli, mendampingi, dan menguatkan sesama mahasiswa di lingkungan kampus. Di tengah maraknya kasus kekerasan dan minimnya akses pendampingan, keberadaan layanan yang terjangkau dan berbasis solidaritas sangat dibutuhkan.
Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif menuju kampus yang responsif terhadap isu-isu kekerasan seksual, serta memperkuat solidaritas antar mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.
Pengumuman
Error: No articles to display