• ukm
  • header

Berita

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar kegiatan bertajuk "Lapak Diskusi Gender" pada Rabu (26/2/2025). Acara yang mengangkat tema "Mengapa Gender Harus Diperjuangkan?" ini berlangsung di area samping Gedung Student Center kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Diskusi dipandu oleh Aisya Meidina Natasya sebagai moderator dengan Mazda Ghazali Hidayat, Ketua Umum UKM SIGMA, sebagai pemantik diskusi. Dalam kesempatan tersebut, Ghazali memaparkan berbagai perspektif mengenai pentingnya perjuangan kesetaraan gender, dimulai dengan uraian tentang sejarah kondisi patriarki hingga perkembangan situasi saat ini yang sudah lebih baik.

"Perjuangan ini bukan hanya tentang menuntut hak yang sama, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang adil bagi semua orang tanpa memandang gender," ujar Ghazali dalam paparannya.

Ghazali juga mengajak peserta untuk berperan aktif dalam menghentikan budaya patriarki. "Marilah kita hentikan budaya patriarki ini dimulai dari diri kita dan keluarga kita kelak. Biarlah budaya patriarki berhenti pada kita. Jika kita menjumpai ketidakadilan berbasis gender dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak perlu meneruskannya," tegasnya.

Acara yang berlangsung dalam suasana santai ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswi tetapi ada juga mahasiswa yang turut menghidupkan diskusi. Para peserta yang datang dari berbagai fakultas ini turut aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai isu gender yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari di kampus maupun di masyarakat.

Lapak Diskusi Gender ini merupakan salah satu program kerja UKM SIGMA yang rutin diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan isu-isu gender dalam konteks akademik dan sosial. Harapannya melalui diskusi seperti ini, mahasiswa dapat lebih kritis dalam menyikapi isu gender dan turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih inklusif dan setara.

Pada hari Sabtu, 15 Februari 2025, telah dilaksanakan Sidang Raya Senat Mahasiswa (SEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Sidang ini dihadiri oleh seluruh anggota SEMA, perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) tingkat universitas, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK), termasuk UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA), serta tamu undangan yaitu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Sidang Raya 2025. Sambutan berikutnya disampaikan oleh M. Ali Febriansyah, selaku Ketua SEMA UIN Gus Dur Pekalongan, serta Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, yang sekaligus secara resmi membuka Sidang Raya 2025.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag. menekankan beberapa poin utama yang perlu menjadi perhatian organisasi kemahasiswaan (Ormawa), yaitu:

1. Evaluasi Program yang Belum Maksimal
Setiap ormawa diharapkan untuk melakukan refleksi terhadap program kerja sebelumnya, mengidentifikasi kendala, serta mencari solusi agar pelaksanaan program di periode mendatang lebih efektif.

2. Sinkronisasi Internal dan Keterpaduan dengan Visi-Misi UIN Gus Dur
Ormawa harus mampu menyelaraskan program kerjanya dengan tujuan internal organisasi serta visi-misi UIN Gus Dur Pekalongan sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan berlandaskan budaya bangsa.

3. Optimalisasi Sumber Daya
Penting bagi ormawa untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik dari segi kelembagaan maupun anggota. Selain itu, setiap organisasi diharapkan dapat menonjolkan keunggulan dan karakteristiknya dalam setiap program yang dijalankan.

4. Peningkatan Kolaborasi Internal dan Eksternal
Kolaborasi antar ormawa, baik di tingkat internal kampus maupun eksternal dengan lembaga lain, perlu terus ditingkatkan guna memperluas jaringan, meningkatkan efektivitas program, serta memperkaya wawasan dan pengalaman mahasiswa.

5. Perencanaan Program Kerja yang Baik dan Realistis
Setiap program kerja yang dirancang harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan, realisasi yang terukur, serta manfaat jangka panjang bagi mahasiswa dan kampus. Perencanaan yang matang akan mendukung pelaksanaan program yang lebih terarah dan efektif.

Pembahasan dan Keputusan Sidang

Agenda utama Sidang Raya kali ini adalah pembahasan dan penetapan program kerja Ormawa untuk satu periode ke depan. Setiap perwakilan ormawa, termasuk UKM SIGMA, memaparkan program kerja yang telah disusun, yang kemudian dibahas serta dievaluasi oleh seluruh peserta sidang.

Setelah melalui proses diskusi dan evaluasi yang mendalam, Sidang Raya SEMA UIN Gus Dur Pekalongan menghasilkan keputusan pengesahan program kerja Ormawa. Seluruh program kerja yang diajukan oleh ormawa telah disetujui dan disahkan oleh forum Sidang Raya. Program kerja ini akan menjadi landasan utama dalam pelaksanaan kegiatan ormawa selama satu periode mendatang.

Sidang Raya SEMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh semangat demokrasi. Seluruh peserta sidang menunjukkan komitmen tinggi untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas ormawa, termasuk UKM SIGMA, serta memajukan lingkungan akademik di kampus.

Pekalongan, Minggu 24 November 2024, puncak acara dari berbagai rangkaian acara dalam Festival Gender 2024 UKM SIGMA UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan yakni Seminar Nasional dengan tema “Harmonisasi Gender: Membangun Masa Depan Tanpa Diskriminasi Melalui Pendidikan Yang Responsif Gender” telah terlaksana dengan begitu meriah yang bertempatkan di gedung Students Center, Kampus 2 UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Acara Seminar Nasional kali ini diisi oleh dua pemateri yang sangat keren dan hebat yakni Mas Ilham Fathurrahman seorang Duta Genre Jawa Tengah 2023 dan Narasumber utamanya yaitu ada Buya Dr. (H.C) Husein Muhammad beliau merupakan seorang feminis laki-laki yang menyadari ketimpangan dan ketidakadilan gender, serta menjadi sahabat dalam menyebarkan gagasan di kalangan pesantren.
Seminar Nasional dihadiri oleh lebih dari 300 peserta baik dari kalangan mahasiswa UIN GUSDUR maupun dari luar. Kesetaraan gender sangatlah penting baik bagi perempuan maupun laki-laki merupakan satu hal yang menjadi dasar mengapa UKM SIGMA mengadakan Seminar dengan tema “Harmonisasi Gender: Membangun Masa Depan Tanpa Diskriminasi Melalui Pendidikan Yang Responsif Gender” dengan tujuan untuk membekali pengetahuan para peserta dalam hal kesetaraan gender yang tepat antara laki-laki dan perempuan guna mencegah terjadinya diskriminasi gender dalam pendidikan. Selain itu juga untuk menciptakan kampus yang responsif gender sehingga terciptanya keamanan bagi para mahasiswa dari hal-hal yang dapat merusak mental dan psikologi mereka. Dari terlaksanakannya acara seminar nasional sebagai puncak acara dalam rangkaian Festival Gender 2024 maka diharapkan dapat menjadi suatu pengetahuan yang dapat diterapkan oleh para peserta dan juga dapat terwujudnya kampus yang adil terhadap gender.

Pengumuman

Error: No articles to display

Kegiatan

Artikel

Has no content to show!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree