The Latest
Pekalongan — Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) menggelar diskusi terbuka bertema “Stereotip Gender: Jalur Advokasi dan Korelasinya dengan HAM” pada Rabu (28/5) sore. Kegiatan berlangsung di pelataran Gedung Student Center dalam suasana diskusi yang terbuka dan santai.
Diskusi dibuka oleh Ketua Umum UKM SIGMA, Mazda Ghazali Hidayat, yang membahas terbentuknya stereotip gender sejak usia dini dan pengaruhnya terhadap pola interaksi sosial. Ia menekankan pentingnya refleksi terhadap konstruksi sosial yang dapat membatasi peran laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Kementerian Komunikasi, Politik, dan Hukum DEMA-U yang memaparkan mekanisme pelaporan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa mekanisme tersebut mencakup upaya menjaga kerahasiaan, memberikan perlindungan bagi penyintas, serta mendukung kepastian hukum di tingkat institusi.
Sesi berikutnya diisi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan DEMA-U yang membahas isu kekerasan seksual dari perspektif hak asasi manusia (HAM). Dalam perspektif tersebut, setiap manusia memiliki kedudukan dan hak yang setara tanpa membedakan jenis kelamin maupun identitas gender.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H. Ia mengapresiasi penyelenggaraan diskusi terbuka dan mendorong agar ruang diskusi serupa dapat terus dilakukan secara rutin.
Menurut Prof. Shinta, forum diskusi yang terbuka dan tidak terlalu formal dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan serta membahas berbagai persoalan secara lebih leluasa.
Melalui pembahasan mengenai konstruksi sosial, mekanisme advokasi kekerasan seksual, dan perspektif HAM, diskusi kolaboratif DEMA-U dan UKM SIGMA ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai stereotip gender dan persoalan kekerasan berbasis gender di lingkungan kampus.
Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) pada Selasa (27/5) sore. Bertempat di halaman belakang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kegiatan ini mengangkat tema “Ngonten Tapi Dilecehkan: Aman Gak Sih Jadi Anak Muda di Media Sosial?”
Diskusi dipandu oleh Avidah Sirley Salsabila, anggota Divisi Kajian, dan Putri Wahyu Widiyaningsih, Koordinator Divisi P3A (Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota). Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan anggota dan pengurus UKM SIGMA serta mahasiswa umum.
Peserta aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, dan keresahan terkait berbagai bentuk pelecehan digital yang dapat terjadi di media sosial. Pembahasan juga menyoroti pengalaman anak muda, khususnya konten kreator, dalam menghadapi komentar seksis, perundungan, maupun ancaman di ruang digital.
Tema tersebut diangkat sebagai ruang edukasi dan diskusi mengenai kekerasan berbasis gender online serta pentingnya membangun kesadaran dan keamanan dalam menggunakan media sosial. Melalui forum ini, peserta diajak untuk saling bertukar pandangan dan membahas langkah preventif agar generasi muda dapat menggunakan ruang digital secara lebih aman dan bertanggung jawab.
“Media sosial bisa memberi banyak informasi, tapi tetap perlu batasan diri dan etika agar tak terjerumus hal-hal negatif,” ujar Putri dalam pemaparannya.
Lapak Diskusi Gender merupakan salah satu program rutin UKM SIGMA yang menjadi ruang untuk membahas isu-isu gender dan sosial secara kritis dalam suasana diskusi yang terbuka. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan dan membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, UKM SIGMA mendorong mahasiswa untuk memiliki kesadaran kritis dalam menggunakan media sosial serta ikut membangun ruang digital yang lebih aman, inklusif, dan responsif terhadap isu gender.
Pekalongan - UKM SIGMA UIN Gus Dur Pekalongan melalui Divisi Kominfo mengadakan pelatihan desain grafis dengan tema “Bikin, Upload, Cuan: Pelatihan Design Grafis Template Canva Untuk Dijual Online” pada Minggu (11/05) di ruang FUAD 3.7. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus UKM SIGMA serta sejumlah mahasiswa yang tertarik memperdalam keterampilan desain dan pembuatan konten visual.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk menunjang keterampilan pengurus UKM SIGMA, khususnya dalam menyebarkan pesan-pesan penting seperti kesetaraan gender, anti kekerasan, serta nilai-nilai keadilan sosial yang menjadi fokus utama UKM SIGMA. Di era digital, kemampuan mengemas pesan melalui visual yang menarik menjadi krusial agar gagasan-gagasan tersebut dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif.
Dengan memanfaatkan platform Canva, pelatihan ini juga mendorong semangat kemandirian ekonomi di kalangan mahasiswa melalui peluang usaha kreatif, seperti penjualan template desain digital. Harapannya acara ini dapat memberikan keterampilan sekaligus ladang wirausaha mahasiswa.
Sebagai pemateri, panitia menghadirkan Muhammad Luthfi Maulana, seorang graphic designer yang memandu peserta dalam proses pembuatan template desain dari awal. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar desain, pemilihan layout, penataan elemen visual, serta pengaturan format agar layak dijual di platform online. Seluruh tahapan ditampilkan secara langsung melalui layar presentasi, memungkinkan peserta mengikuti proses secara runtut dan praktis.
Acara ini diketuai oleh Nauroh Khisanah dari Divisi Kominfo UKM SIGMA. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi kegiatan UKM SIGMA serta menjadi bekal berharga bagi peserta yang ingin mengembangkan potensi di bidang desain grafis dan kewirausahaan digital.
Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Rapat Triwulan I pada Minggu (4/5) di ruang kelas FUAD 3.7. Mengusung tema “Revitalisasi Internal dan Penguatan Sinergi”, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus dari berbagai divisi.
Rapat tersebut digelar sebagai forum evaluasi terhadap kinerja dan capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama tiga bulan pertama masa kepengurusan. Selain evaluasi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi lintas divisi guna mendukung efektivitas kerja organisasi ke depan.
Sejumlah divisi yang mengikuti rapat meliputi Divisi Kajian, Supporting, Eksternal, P3A (Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota), Kominfo (Komunikasi dan Informasi), serta Badan Pengurus Harian (BPH). Masing-masing divisi menyampaikan laporan kegiatan, kendala yang dihadapi, serta usulan perbaikan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program berikutnya.
Ketua Umum UKM SIGMA menyampaikan bahwa rapat triwulan menjadi langkah awal untuk membangun budaya evaluatif dan reflektif dalam organisasi. “Melalui forum ini, kita tidak hanya menilai pencapaian, tetapi juga membangun semangat kolaboratif untuk menciptakan program yang lebih berdampak dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka antardivisi untuk menyusun langkah strategis yang lebih terarah. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan visi dan misi UKM SIGMA sebagai organisasi yang responsif terhadap isu-isu gender dan sosial di lingkungan kampus.
Pekalongan — UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) yang ketiga dengan tema “Dari Ketidakadilan Menuju Kesetaraan: Menggali Hubungan antara Kesetaraan Gender dan Kesehatan Mental”. Bertempat di halaman perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Selasa (29/04) sore, diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ketimpangan gender berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan mental, terutama di lingkungan kampus.
Acara ini dipandu oleh Nadya Tri Ardiyanti dari Divisi Kajian sebagai moderator, dan menghadirkan Ikhfa Fauziyatul Maula dari Divisi Supporting sebagai pemantik utama. Dalam pemaparannya, Ikhfa menekankan bahwa kesehatan mental kerap kali diabaikan dalam perbincangan tentang kesetaraan gender, padahal banyak kasus tekanan psikis dialami oleh individu karena ekspektasi sosial yang timpang berbasis gender.
“Ketika perempuan dibebani standar ganda, laki-laki dibatasi dalam mengungkap emosi, dan minoritas gender mengalami diskriminasi, maka kita perlu bertanya: seberapa sehat ruang sosial kita bagi semua orang?” ujar Ikhfa.
Diskusi ini turut mengajak peserta untuk membedah pengalaman pribadi dan sosial secara terbuka, menjadikan LDG bukan hanya forum teoretis, melainkan juga ruang aman untuk berbagi. Mahasiswa dari berbagai fakultas tampak antusias memberikan respons dan pertanyaan, menunjukkan bahwa tema kesetaraan dan kesehatan mental memiliki relevansi kuat dalam kehidupan kampus sehari-hari.
Lapak Diskusi Gender adalah program rutin UKM SIGMA yang bertujuan membumikan isu-isu gender ke ruang-ruang publik kampus dengan pendekatan santai namun substansial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembicaraan soal keadilan gender tidak harus selalu berada di seminar besar, tetapi bisa dimulai dari lingkaran diskusi kecil yang membumi dan inklusif.
Pekalongan — Dalam upaya memperkuat budaya akademik sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) dan Training Administrasi (TA) pada minggu (27/4) di Gedung FUAD.
PKTI yang merupakan program kerja Divisi Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota (P3A) diketuai oleh Karima Ibnatun Najwa sebagai ketua pelaksana. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Athoillah Islamy S.H.I. M.A.Hk., akademisi yang dikenal aktif sebagai reviewer di lebih dari 10 jurnal ilmiah nasional serta Managing Editor TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali teori penulisan karya ilmiah, tetapi juga diajak memahami praktik penyusunan artikel yang memenuhi standar publikasi akademik, mulai dari identifikasi masalah, hingga teknik penulisan abstrak, hasil, dan pembahasan yang sistematis.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya aspek kebaruan (novelty) dalam riset dan strategi meningkatkan kualitas referensi, dengan mendorong penggunaan sumber-sumber terbaru dari jurnal ilmiah bereputasi. Materi yang disampaikan relevan untuk mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan karya tulis akademik, baik untuk kebutuhan perkuliahan maupun publikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Training Administrasi yang merupakan program kerja Badan Pengurus Harian (BPH) UKM SIGMA dipandu oleh Rahmi Nurmulia, Sekretaris I UKM SIGMA. Pada sesi ini, peserta mempelajari prinsip-prinsip dasar tata kelola administrasi organisasi, termasuk penyusunan surat resmi, pembuatan laporan kegiatan, dan juga pengelolaan arsip fisik maupun digital. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi yang akuntabel dan tertata, sejalan dengan kebutuhan tata kelola kelembagaan mahasiswa yang semakin kompleks.
Kegiatan yang terbuka untuk seluruh mahasiswa ini mendapat respon baik, terlihat dari kehadiran peserta yang berasal dari berbagai program studi. Selain sebagai wadah peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar ide, serta mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai organisasi.
Dengan menggabungkan penguatan aspek akademik dan kemampuan pengorganisasian, UKM SIGMA terus berkomitmen untuk membangun tradisi keilmuan yang kuat dan menyiapkan mahasiswa yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
Pekalongan — UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) dalam Seminar Nasional Anti Kekerasan Seksual yang menjadi bagian dari rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) FORSIMA PAI Jawa Tengah 2025. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menciptakan Kampus Merdeka Bebas dari Kekerasan Seksual” dan berlangsung di Gedung Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Seminar diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Tengah. Kegiatan menjadi ruang edukasi dan diskusi mengenai isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, sekaligus mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman.
Dalam kegiatan tersebut, UKM SIGMA turut memperkenalkan Ruang KONGSI (Konseling SIGMA), sebuah layanan yang ditujukan untuk mendampingi mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan personal maupun struktural. Pengenalan layanan dilakukan melalui stand informasi yang dibuka di lokasi seminar.
Ruang KONGSI menyediakan sejumlah bentuk layanan, meliputi konseling sebaya, layanan psikososial, bantuan hukum, layanan kesehatan fisik dan mental, serta layanan keagamaan yang inklusif. Melalui pengenalan tersebut, peserta seminar dapat memperoleh informasi mengenai layanan yang disediakan UKM SIGMA sekaligus mengenal peran organisasi dalam isu pendampingan mahasiswa.
Seminar menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang. Ningsih Fadhilah, M.Pd., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sekaligus anggota Aliansi Pusat Studi Gender se-Indonesia, turut memberikan perspektif mengenai isu kekerasan seksual. Narasumber berikutnya, H. Abdul Hamid, M.Pd., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, membahas pentingnya regulasi dalam perlindungan korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Sementara itu, Ilham Fathu Rohman, Duta Genre Indonesia 2025, menyampaikan perspektif mengenai keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan kekerasan seksual melalui pendekatan edukatif dan kreatif. Seminar dimoderatori oleh Ihza Maulina, demisioner Ketua KOPRI PMII Pekalongan periode 2023/2024 yang aktif dalam isu advokasi perempuan dan mahasiswa.
Kolaborasi UKM SIGMA dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual sekaligus mengenalkan akses pendampingan bagi mahasiswa. Pengenalan Ruang KONGSI diharapkan dapat membantu mahasiswa mengetahui adanya layanan yang dapat menjadi ruang untuk memperoleh pendampingan ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kekerasan maupun persoalan lainnya.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai organisasi mahasiswa dalam membangun lingkungan pendidikan yang responsif terhadap isu kekerasan seksual. Melalui kolaborasi antara HMPS PAI dan UKM SIGMA, edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual serta informasi mengenai pendampingan mahasiswa dapat menjangkau peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan turut hadir dalam kegiatan “Monitoring dan Evaluasi Triwulan Pertama serta Halal Bihalal Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Universitas” yang diselenggarakan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama. Acara ini digelar pada Jumat (11/04/25) bertempat di Ruang eks Perpustakaan lantai 3 Gedung Perkuliahan Terpadu.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., serta Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., yang juga bertugas memberikan monitoring dan evaluasi secara langsung. Selain itu, turut hadir pembina ormawa, serta perwakilan dari DEMA, SEMA, UKM, dan UKK tingkat universitas.
Dalam sambutannya, Prof. Zaenal memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara yang menurutnya lebih efektif karena menghadirkan seluruh ormawa dalam satu forum bersama. "Saya sangat mengapresiasi acara ini karena biasanya dilaksanakan per ormawa, tapi kali ini dikumpulkan jadi satu oleh Wakil Rektor III," ujarnya.
Beliau juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kesadaran diri dalam hal sederhana seperti konsumsi makanan saat acara. “Snacknya juga model baru. Kita ingin membiasakan makanan itu kita ambil sesuai porsi kita dan kita habiskan,” tambahnya. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang ingin dibangun di lingkungan kampus.
Agenda utama dalam kegiatan ini meliputi monitoring dan evaluasi kinerja triwulan pertama seluruh ormawa, serta penyampaian arahan dari pimpinan universitas terkait pengembangan program kerja kedepan. Selain itu, suasana keakraban juga terasa dalam momen halal bihalal yang menjadi bagian dari kegiatan, mengingat pelaksanaannya yang masih dalam suasana bulan Syawal.
Acara ini menjadi momen silaturahmi dan refleksi bersama bagi seluruh organisasi kemahasiswaan, serta penguatan koordinasi antara pihak universitas dan ormawa. UKM SIGMA menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya mempererat sinergi dan meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi di lingkungan kampus.
Pekalongan – UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender dengan tema Membangun Kesetaraan Gender dalam Pola Pengasuhan Anak pada Selasa (18/3). Acara yang berlangsung di Serambi Student Center ini menghadirkan Siti Rohmalia Agustin, demisioner pengurus UKM SIGMA, sebagai pemateri dan Chilmy Munazil, pengurus UKM SIGMA, sebagai moderator.
Diskusi ini menyoroti pentingnya persiapan ilmu dalam pengasuhan anak, terutama dari sudut pandang psikologi perkembangan. Siti Rohmalia menjelaskan bahwa pola pengasuhan yang baik dapat membentuk karakter anak sejak dini. “Menikah itu tidak hanya tentang cinta, bukan hanya soal rasa, tapi ada ilmu yang harus dipelajari dan disiapkan,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak harus berlandaskan pemahaman yang matang agar dapat menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.
Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan dalam keluarga masing-masing. Beberapa peserta mengungkapkan bagaimana cara orang tua mereka membesarkan anak dengan berbagai pendekatan yang berbeda. Suasana diskusi yang interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali perspektif yang lebih luas mengenai pola asuh yang ideal.
Moderator Chilmy Munazil turut mengarahkan jalannya diskusi agar semakin dinamis. Ia menambahkan bahwa mempersiapkan ilmu dalam pengasuhan adalah langkah fundamental bagi setiap orang tua. “Pengasuhan bukan hanya perkara cinta dan naluri, tetapi juga harus didasarkan pada ilmu yang benar. Dengan memahami bagaimana anak berkembang, orang tua dapat menciptakan pola asuh yang lebih sehat dan mendukung pertumbuhan karakter anak secara optimal,” tuturnya, menegaskan kembali pentingnya kesiapan ilmu dalam membangun keluarga yang harmonis.
Dengan adanya kegiatan ini, UKM SIGMA berharap dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya persiapan dalam membangun keluarga dan pola pengasuhan yang sehat. Lapak Diskusi Gender diharapkan tetap menjadi wadah yang bermanfaat bagi mahasiswa untuk memahami isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. UKM SIGMA berkomitmen untuk terus menghadirkan diskusi-diskusi inspiratif yang dapat membangun pemahaman mendalam terkait berbagai aspek dalam kehidupan bermasyarakat.
Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) sukses menggelar acara SIGMA LIGHT (Learning on Inclusive Gender & Harmony in Ramadhan) di Panti Asuhan Aisyiyah Pekajangan, Pekalongan, pada Minggu (16/03). Acara yang mengusung tema "Ramadhan Berdaya: Belajar, Berbagi, dan Berkarya" ini menghadirkan sesi edukasi gender, pemberdayaan melalui keterampilan, serta berbuka puasa bersama, dan serah terima donasi.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia dan dilanjutkan dengan perayaan-sambutan. Dalam berbagai hal, Ketua Umum UKM SIGMA memperkenalkan UKM SIGMA kepada adik-adik panti asuhan, menjelaskan bahwa UKM SIGMA adalah organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang kajian gender, sosial, dan dakwah inklusif. Ketua UKM SIGMA juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rihlah dakwah UKM SIGMA, yang telah terlaksana setiap Ramadhan dengan berkeliling ke berbagai panti asuhan di sekitar Pekalongan.
“Kami ingin berbagi ilmu, pengalaman, dan kebersamaan dalam momen Ramadhan Setiap tahunnya, kami biasa berkeliling ke panti asuhan untuk menebarkan semangat belajar dan berbagi, agar Ramadhan menjadi lebih bermakna bagi kita semua,” ujar Ketua UKM SIGMA.
Usai sesi pembukaan, materi utama disampaikan oleh Duta Gender UIN Gus Dur, Wulan Lailatul Rohmah dan Laiqul Hasani Mansuroh. Dalam sesi ini, peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD dan SMP diperkenalkan dengan konsep kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya saling menghormati dan berbagi peran tanpa memandang perbedaan gender.
Usai sesi materi, peserta melaksanakan shalat Asar berjamaah dan dilanjutkan dengan kegiatan pemberdayaan berupa pembuatan tempat pensil dari kertas bekas. Anak-anak dengan penuh semangat menggunting, merangkai, dan menghias tempat pensil yang mereka buat sendiri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas mereka, tetapi juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua pelaksana, Lita Nurul Aeni, menyampaikan harapannya semoga terselenggaranya acara ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak panti asuhan tentang gender dan kesetaraan sejak dini, sehingga mereka tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya menghormati dan mendukung satu sama lain.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik dapat memahami bahwa setiap orang, tanpa memandang gender, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan saling mendukung dalam kebaikan. Semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Menjelang waktu buka, acara diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan berupa sumbangan sembako kepada panti asuhan. Dengan terselenggaranya SIGMA LIGHT, UKM SIGMA berharap dapat terus berkontribusi dalam memberikan edukasi yang inklusif, menanamkan nilai-nilai kepedulian, serta memperkuat semangat kebersamaan di setiap momen Ramadhan yang penuh berkah.