The Latest
Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) sukses menggelar lomba Sigma Menulis pada rangkaian acara Alteration Festival (Alterfest) 2025 yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Acara ini berlangsung pada Sabtu (23/08), di ruang kelas FUAD 3.8 mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
Lomba ini diikuti oleh mahasiswa baru dari seluruh fakultas, yang tergabung dalam tim per fakultas. Setiap tim diharuskan menulis sekaligus mempresentasikan esai bertema “Laki-laki dan Perempuan: Sama, Setara, dan Berdaya.”
Ketua Umum UKM SIGMA, Mazda Ghazali Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana awal bagi mahasiswa baru untuk mengasah kemampuan komunikasi, presentasi, dan menulis gagasan.
“Kami menilai masih banyak mahasiswa yang perlu terus dilatih skill komunikasinya. Karena itu, lomba ini kami inisiasi untuk memicu semangat mahasiswa baru agar terlatih menyampaikan ide, khususnya terkait isu gender dan kesetaraan,” ungkap Ghazali.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Nindya Mutiara Maharani mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan.
“Semoga acara ini bisa membawa manfaat bagi mahasiswa baru untuk mengasah kemampuan menulis dan komunikasi. Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan,” ucap Tiara.
Dengan diadakannya lomba Sigma Menulis, UKM SIGMA berharap dapat menumbuhkan minat mahasiswa baru terhadap dunia kepenulisan sekaligus memperkuat kesadaran tentang pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan gender di lingkungan kampus.
Pekalongan – Diskusi Kajian Gender bertajuk “Penguatan Perspektif Gender dan Focal Point Gender Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus” sukses digelar oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Sabtu (26/8) siang. UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) bersama Duta Gender UIN Gus Dur turut terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari peran mereka di kampus sebagai focal point gender dari kalangan mahasiswa. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKM SIGMA dan Duta Gender dalam mendukung penguatan kesadaran dan aksi pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid daring dan luring ini dibuka oleh Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Dr. Moh. Sugeng Solehuddin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan urgensi membangun kesadaran bersama di kampus untuk memahami dan mencegah kekerasan seksual.
"Kampus harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika. Pentingnya pengarusutamaan perspektif gender agar kekerasan berbasis gender tidak lagi terjadi di ruang akademik," ujar Prof. Sugeng.
Hadir sebagai narasumber utama, Desti Murdijana, seorang aktivis gender senior dan pembina aliansi PTRG dari We-Lead dan JAZZ, memaparkan bahwa kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja termasuk institusi pendidikan. Hal ini kerap terjadi akibat relasi kuasa yang tidak seimbang saat pelaku merasa memiliki posisi atau kekuatan yang lebih tinggi dibanding korban.
"Selain faktor relasi kuasa, kekerasan seksual kerap terjadi karena adanya niat serta keyakinan pelaku bahwa ia dapat menguasai korban. Penting untuk disadari bahwa siapa pun bisa menjadi korban, termasuk perempuan berhijab, lansia, maupun individu dengan kondisi fisik tertentu. Berbeda dengan kejahatan biasa yang muncul karena peluang, kekerasan seksual justru bisa dirancang dan diciptakan oleh pelaku," jelas Desti.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan respons dan interaksi yang cukup baik dari peserta. Meskipun diselenggarakan secara hybrid, antusiasme tetap terasa, terutama melalui partisipasi aktif peserta.
Acara ditutup oleh Kepala PSGA UIN Gus Dur, Nadhifatuz Zulfa, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi antara PSGA, UKM SIGMA, Duta Gender, dan seluruh elemen kampus dapat terus diperkuat demi membangun budaya akademik yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan seksual.
PEKALONGAN - Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan sukses menyelenggarakan acara Gender Talkshow dengan tema "Membangun Generasi Muda yang Peduli dan Berani Mencegah Kekerasan Seksual". Kegiatan ini bertempat di ruang seminar lantai 3 perpustakaan UIN Gus Dur.H. Acara ini diikuti oleh puluhan peserta, dengan turut serta hadir perwakilan siswa dan siswi setingkat SMA di kabupaten dan kota Pekalongan.
Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memberikan wawasan mendalam seputar isu gender dan kekerasan seksual. Narasumber pertama adalah Gilang Nanda Permana Widodo, Duta GenRe Kabupaten Pekalongan tahun 2021. Dalam pemaparannya, Gilang menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai hak-hak perempuan, serta peran institusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan setara.
Narasumber kedua, dr. Ratna Susanti, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Pekalongan, turut berbagi pengalaman dan pandangannya terkait peran generasi muda dalam menciptakan budaya saling menghargai dan berani bersuara melawan kekerasan seksual. Ibu dr. Ratna juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Wakil ketua UKM SIGMA saudari Agil Kiki Anggraini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mengedukasi dan membentuk kesadaran kritis generasi muda, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan diskusi yang interaktif, acara ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi terciptanya ruang aman dan setara, serta memupuk semangat generasi muda yang peduli dan berani dalam memperjuangkan keadilan gender.