The Latest

UKM SIGMA dan Ormawa UIN Gus Dur Bersinergi dalam Sidang Raya SEMA 2025

Pada hari Sabtu, 15 Februari 2025, telah dilaksanakan Sidang Raya Senat Mahasiswa (SEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Sidang ini dihadiri oleh seluruh anggota SEMA, perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) tingkat universitas, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK), termasuk UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA), serta tamu undangan yaitu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Sidang Raya 2025. Sambutan berikutnya disampaikan oleh M. Ali Febriansyah, selaku Ketua SEMA UIN Gus Dur Pekalongan, serta Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, yang sekaligus secara resmi membuka Sidang Raya 2025.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag. menekankan beberapa poin utama yang perlu menjadi perhatian organisasi kemahasiswaan (Ormawa), yaitu:

1. Evaluasi Program yang Belum Maksimal
Setiap ormawa diharapkan untuk melakukan refleksi terhadap program kerja sebelumnya, mengidentifikasi kendala, serta mencari solusi agar pelaksanaan program di periode mendatang lebih efektif.

2. Sinkronisasi Internal dan Keterpaduan dengan Visi-Misi UIN Gus Dur
Ormawa harus mampu menyelaraskan program kerjanya dengan tujuan internal organisasi serta visi-misi UIN Gus Dur Pekalongan sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan berlandaskan budaya bangsa.

3. Optimalisasi Sumber Daya
Penting bagi ormawa untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik dari segi kelembagaan maupun anggota. Selain itu, setiap organisasi diharapkan dapat menonjolkan keunggulan dan karakteristiknya dalam setiap program yang dijalankan.

4. Peningkatan Kolaborasi Internal dan Eksternal
Kolaborasi antar ormawa, baik di tingkat internal kampus maupun eksternal dengan lembaga lain, perlu terus ditingkatkan guna memperluas jaringan, meningkatkan efektivitas program, serta memperkaya wawasan dan pengalaman mahasiswa.

5. Perencanaan Program Kerja yang Baik dan Realistis
Setiap program kerja yang dirancang harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan, realisasi yang terukur, serta manfaat jangka panjang bagi mahasiswa dan kampus. Perencanaan yang matang akan mendukung pelaksanaan program yang lebih terarah dan efektif.

Pembahasan dan Keputusan Sidang

Agenda utama Sidang Raya kali ini adalah pembahasan dan penetapan program kerja Ormawa untuk satu periode ke depan. Setiap perwakilan ormawa, termasuk UKM SIGMA, memaparkan program kerja yang telah disusun, yang kemudian dibahas serta dievaluasi oleh seluruh peserta sidang.

Setelah melalui proses diskusi dan evaluasi yang mendalam, Sidang Raya SEMA UIN Gus Dur Pekalongan menghasilkan keputusan pengesahan program kerja Ormawa. Seluruh program kerja yang diajukan oleh ormawa telah disetujui dan disahkan oleh forum Sidang Raya. Program kerja ini akan menjadi landasan utama dalam pelaksanaan kegiatan ormawa selama satu periode mendatang.

Sidang Raya SEMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh semangat demokrasi. Seluruh peserta sidang menunjukkan komitmen tinggi untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas ormawa, termasuk UKM SIGMA, serta memajukan lingkungan akademik di kampus.

Hadirkan lebih dari 300 Peserta, Festival Gender 2024 Sukses Digelar

Pekalongan, Minggu 24 November 2024, puncak acara dari berbagai rangkaian acara dalam Festival Gender 2024 UKM SIGMA UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan yakni Seminar Nasional dengan tema “Harmonisasi Gender: Membangun Masa Depan Tanpa Diskriminasi Melalui Pendidikan Yang Responsif Gender” telah terlaksana dengan begitu meriah yang bertempatkan di gedung Students Center, Kampus 2 UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Acara Seminar Nasional kali ini diisi oleh dua pemateri yang sangat keren dan hebat yakni Mas Ilham Fathurrahman seorang Duta Genre Jawa Tengah 2023 dan Narasumber utamanya yaitu ada Buya Dr. (H.C) Husein Muhammad beliau merupakan seorang feminis laki-laki yang menyadari ketimpangan dan ketidakadilan gender, serta menjadi sahabat dalam menyebarkan gagasan di kalangan pesantren.
Seminar Nasional dihadiri oleh lebih dari 300 peserta baik dari kalangan mahasiswa UIN GUSDUR maupun dari luar. Kesetaraan gender sangatlah penting baik bagi perempuan maupun laki-laki merupakan satu hal yang menjadi dasar mengapa UKM SIGMA mengadakan Seminar dengan tema “Harmonisasi Gender: Membangun Masa Depan Tanpa Diskriminasi Melalui Pendidikan Yang Responsif Gender” dengan tujuan untuk membekali pengetahuan para peserta dalam hal kesetaraan gender yang tepat antara laki-laki dan perempuan guna mencegah terjadinya diskriminasi gender dalam pendidikan. Selain itu juga untuk menciptakan kampus yang responsif gender sehingga terciptanya keamanan bagi para mahasiswa dari hal-hal yang dapat merusak mental dan psikologi mereka. Dari terlaksanakannya acara seminar nasional sebagai puncak acara dalam rangkaian Festival Gender 2024 maka diharapkan dapat menjadi suatu pengetahuan yang dapat diterapkan oleh para peserta dan juga dapat terwujudnya kampus yang adil terhadap gender.

RANGKAIAN FESTIVAL GENDER 2024 UKM SIGMA

Pekalongan, 16 Oktober 2024 – Festival Gender 2024 resmi dibuka dengan serangkaian acara menarik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kesetaraan gender di masyarakat. Kegiatan ini mengusung berbagai lomba, seperti Lomba Duta Gender, Lomba Pidato, Lomba Essay, dan Lomba Desain Grafis, yang diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan.

Salah satu acara utama dalam Festival Gender kali ini adalah Lomba Duta Gender berkerjasama dengan PSGA, yang bertujuan untuk mencari figur-figur yang dapat menjadi agen perubahan dalam promosi kesetaraan gender. Lomba ini diadakan dalam beberapa tahap, salah satunya adalah Sosialisasi Gelar Wicara yang berlangsung di tiga desa: Randumukti Waren, Lego Clile, dan Waru Lor. Di setiap desa, peserta diberikan kesempatan untuk berbicara langsung dengan masyarakat setempat mengenai pentingnya kesetaraan gender, serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Gelar Wicara ini menjadi ajang edukasi yang interaktif, dengan melibatkan penduduk desa dalam diskusi seputar isu-isu gender yang relevan.

Selain Lomba Duta Gender, festival ini juga mengadakan Lomba Pidato, yang mengajak peserta untuk menyampaikan pidato bertema kesetaraan gender di hadapan juri dan audiens. Lomba ini diharapkan dapat melahirkan orator-orator muda yang bisa menjadi suara perubahan bagi masyarakat. Lomba Essay juga digelar, dengan tema-tema yang berkaitan dengan penerapan kesetaraan gender di lingkungan pendidikan, pekerjaan, dan keluarga.

Tidak kalah menarik, Lomba Desain Grafis memberikan ruang bagi para kreator visual untuk mengungkapkan pesan-pesan kesetaraan gender melalui desain. Peserta lomba ini diharapkan mampu menghasilkan karya yang mampu menyentuh hati masyarakat dan menginspirasi perubahan.

Festival Gender ini mendapatkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan berbagai lomba yang diadakan, Festival Gender 2024 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam upaya memperjuangkan kesetaraan gender di seluruh lapisan masyarakat.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree