Mengulik Luka Batin Lewat Inner Child, UKM SIGMA Ajak Mahasiswa Belajar Berdamai dengan Diri

30 تشرين1/أكتوير 2025

Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender dan Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) kembali mengadakan kegiatan Lapak Diskusi Gender pada Selasa (28/10). Bertempat di Lobby Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), kegiatan ini mengangkat tema menarik: Tumbuh Tanpa Luka: Bagaimana Inner Child Membentuk Kita?”

Acara ini menghadirkan Salma Selfiyana, Duta Gender UIN Gus Dur 2024, sebagai pemantik diskusi, serta Chilmy Munazil anggota divisi Kajian sebagai moderator. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa lintas fakultas yang antusias membahas isu psikologis dari sudut pandang gender dan pengembangan diri.

Dalam pemaparannya, Salma menjelaskan bahwa inner child merupakan konsep psikologi yang menggambarkan bagian diri yang terbentuk dari pengalaman masa kecil. Menurutnya, luka batin di masa lalu sering kali membentuk pola pikir, karakter, bahkan kepercayaan seseorang di masa kini.

“Setiap orang memiliki inner child yang menyimpan berbagai pengalaman emosional. Saat luka itu diabaikan, dampaknya bisa muncul dalam bentuk masalah emosional di kemudian hari,” ungkapnya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya proses penyembuhan diri melalui penerimaan diri dan refleksi masa lalu. Peserta diajak memahami bahwa sekecil apa pun luka batin perlu disembuhkan agar tidak menghambat pertumbuhan pribadi.

“Berdamai dengan diri sendiri berarti berani menerima kekurangan, karena dari sanalah kekuatan kita tumbuh,” tambah Salma dalam sesi refleksi.

Melalui kegiatan ini, UKM SIGMA berharap mahasiswa semakin peka terhadap isu kesehatan mental dan kesetaraan gender, serta mampu menumbuhkan kesadaran diri untuk tumbuh tanpa luka.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree