Berita
SIGMA Goes To School merupakan kegiatan kunjungan UKM SIGMA ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi tentang kegenderan dansejenisnya yang diharapkan dapat merubah paradigma siswa/i dengan penuh kesadaran. Dimana kita menyampaikan materi dilihat dengan keadaan sekolah tersebut maupun sesuai permintaan pihak sekolah selama masih dalam lingkup kegenderan, kekerasan, dan bullying. Selain materi, kita memberikan game untuk menambah suasana meriah dalam menyampaikan materi.
Adapun tema dalam kegitan SIGMA GOES TO SCHOOL, yakni “Suara Hati Seirama Ketikan Jari, Stop Cyber Bullying”, yang dibawakan oleh ketua umum UKM SIGMA 2022 saudari Rizki Nazilatul Ainiyah, dan perwakilan dari Divisi Eksternal Reni Setiana. Tujuan dari diadakannya kegiatan Sigma Goes To School tidak lain dan tidak bukan untuk memberikan sentuhan ilmu pengetahuan seputar bullying dan Mengajak siswa/i mengetahui akan bahayanya bullying bagi generasi sekarang hingga yang akan datang.
Pekalongan, 26 Agustus 2022- Semangat kembali kami kobarkan melalui kajian keempat (4) yang bersamaan dengan Ta'aruf anggota baru 2022, dengan ini Devisi Kajian kembali menghadirkan tema kajian, "Stigma Terhadap Gender" alhamdulillah terlaksana dengan semestinya. Tema ini memang segaja diangkat sebagai penegenalan dan bekal bagi anggota baru maupun pengurus dalam mewujudkan keadilan gender yang digadang-gadang di kampus kita UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pelaksanaan kajian kali ini dibelakang gedung perpustakaan dengan pemateri demisioner 2018 yaitu eka vidiana. Dengan penuh kehanggatan segenap anggota baru dan penggurus bersama-sama mendengar dan berbagi ilmu denga penuh antusias.
Ketidakadilan gender pada realitas sosial, sejatinya juga memiliki terhadap anak laki-laki. Hal lain yang tanpa kita sadari bahwa laki-laki memiliki tekanan yang cukup berat dengan penggunaan otak secara signifikan secara menyeluruh. Sedangkan, istilah 'gender-based violence' memiliki anggapan yang dimana perempuan dianggap sebagai perempuan yang lemah, pasrah, dan menjadi objek seksual sehingga anggapan perempuan di masyarakat menjadikannya perlakuan kasar atau sering terjadi kekerasan berdasarkan jenis kelamin.
Berdasarkan respon pemerintah yang melihat terjadinya tindak kekerasan seksual yang banyak terjadi, maka pengesahan rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan seksual sebagai jalan keluar yang berupaya menghilangkan diskriminasi terhadap perempuan. Inti penyampaian materi kajian yaitu dimana kekerasan berbasis gender memiliki konsep akan berdampak pada tindakan fisik, psikologi, dan terjadi pada seksualitas.
Tidak ada perempuan yang lemah. Yang ada hanya perempuan yang tidak mau memperjuangkan keadilan gender. Setaraa...
Salam keadilan....
#MewujudkanKampusResponsifGender
#SalamSetaraa
Pada Jumat, 8 Juli 2022 UKM SIGMA UIN KH. ABDURRAHMAN WAHID telah melaksanakan kajian rutin untuk bulan Juli dengan pemateri dari Pembina UKM SIGMA UIN KH. ABDURRAHMAN WAHID tahun 2021 & 2022 yaitu Ibu Izza Himawati, S.Psi, M.Si. Kajian kali ini bertemakan "Selamat Datang di Newsgame: Mendobrak Bias Gender" yang bertempat di Gedung Terpadu, Graha Sementara (ex. Perpus) UIN KH. Abdurrahman Wahid.
Pengumuman
Error: No articles to display