• ukm
  • header

Berita

Pekalongan – UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender dengan tema Membangun Kesetaraan Gender dalam Pola Pengasuhan Anak pada Selasa, 18 Maret 2025. Acara yang berlangsung di Serambi Student Center ini menghadirkan Siti Rohmalia Agustin, demisioner pengurus UKM SIGMA, sebagai pemateri dan Chilmy Munazil, pengurus UKM SIGMA, sebagai moderator.

Diskusi ini menyoroti pentingnya persiapan ilmu dalam pengasuhan anak, terutama dari sudut pandang psikologi perkembangan. Siti Rohmalia menjelaskan bahwa pola pengasuhan yang baik dapat membentuk karakter anak sejak dini. “Menikah itu tidak hanya tentang cinta, bukan hanya soal rasa, tapi ada ilmu yang harus dipelajari dan disiapkan,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak harus berlandaskan pemahaman yang matang agar dapat menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.

Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan dalam keluarga masing-masing. Beberapa peserta mengungkapkan bagaimana cara orang tua mereka membesarkan anak dengan berbagai pendekatan yang berbeda. Suasana diskusi yang interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali perspektif yang lebih luas mengenai pola asuh yang ideal.

Moderator Chilmy Munazil turut mengarahkan jalannya diskusi agar semakin dinamis. Ia menambahkan bahwa mempersiapkan ilmu dalam pengasuhan adalah langkah fundamental bagi setiap orang tua. “Pengasuhan bukan hanya perkara cinta dan naluri, tetapi juga harus didasarkan pada ilmu yang benar. Dengan memahami bagaimana anak berkembang, orang tua dapat menciptakan pola asuh yang lebih sehat dan mendukung pertumbuhan karakter anak secara optimal,” tuturnya, menegaskan kembali pentingnya kesiapan ilmu dalam membangun keluarga yang harmonis.

Dengan adanya kegiatan ini, UKM SIGMA berharap dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya persiapan dalam membangun keluarga dan pola pengasuhan yang sehat. Lapak Diskusi Gender diharapkan tetap menjadi wadah yang bermanfaat bagi mahasiswa untuk memahami isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. UKM SIGMA berkomitmen untuk terus menghadirkan diskusi-diskusi inspiratif yang dapat membangun pemahaman mendalam terkait berbagai aspek dalam kehidupan bermasyarakat.

Pekalongan, 16 Maret 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) sukses menggelar acara SIGMA LIGHT (Learning on Inclusive Gender & Harmony in Ramadhan) di Panti Asuhan Aisyiyah Pekajangan, Pekalongan, pada Minggu (16/03). Acara yang mengusung tema "Ramadhan Berdaya: Belajar, Berbagi, dan Berkarya" ini menghadirkan sesi edukasi gender, pemberdayaan melalui keterampilan, serta berbuka puasa bersama, dan serah terima donasi.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia dan dilanjutkan dengan perayaan-sambutan. Dalam berbagai hal, Ketua Umum UKM SIGMA memperkenalkan UKM SIGMA kepada adik-adik panti asuhan, menjelaskan bahwa UKM SIGMA adalah organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang kajian gender, sosial, dan dakwah inklusif. Ketua UKM SIGMA juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rihlah dakwah UKM SIGMA, yang telah terlaksana setiap Ramadhan dengan berkeliling ke berbagai panti asuhan di sekitar Pekalongan.

“Kami ingin berbagi ilmu, pengalaman, dan kebersamaan dalam momen Ramadhan Setiap tahunnya, kami biasa berkeliling ke panti asuhan untuk menebarkan semangat belajar dan berbagi, agar Ramadhan menjadi lebih bermakna bagi kita semua,” ujar Ketua UKM SIGMA.

Usai sesi pembukaan, materi utama disampaikan oleh Duta Gender UIN Gus Dur, Wulan Lailatul Rohmah dan Laiqul Hasani Mansuroh. Dalam sesi ini, peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD dan SMP diperkenalkan dengan konsep kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya saling menghormati dan berbagi peran tanpa memandang perbedaan gender.

Usai sesi materi, peserta melaksanakan shalat Asar berjamaah dan dilanjutkan dengan kegiatan pemberdayaan berupa pembuatan tempat pensil dari kertas bekas. Anak-anak dengan penuh semangat menggunting, merangkai, dan menghias tempat pensil yang mereka buat sendiri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas mereka, tetapi juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua pelaksana, Lita Nurul Aeni, menyampaikan harapannya semoga terselenggaranya acara ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak panti asuhan tentang gender dan kesetaraan sejak dini, sehingga mereka tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya menghormati dan mendukung satu sama lain.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik dapat memahami bahwa setiap orang, tanpa memandang gender, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan saling mendukung dalam kebaikan. Semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujarnya.

Menjelang waktu buka, acara diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan berupa sumbangan sembako kepada panti asuhan. Dengan terselenggaranya SIGMA LIGHT, UKM SIGMA berharap dapat terus berkontribusi dalam memberikan edukasi yang inklusif, menanamkan nilai-nilai kepedulian, serta memperkuat semangat kebersamaan di setiap momen Ramadhan yang penuh berkah.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar kegiatan bertajuk "Lapak Diskusi Gender" pada Rabu (26/2/2025). Acara yang mengangkat tema "Mengapa Gender Harus Diperjuangkan?" ini berlangsung di area samping Gedung Student Center kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Diskusi dipandu oleh Aisya Meidina Natasya sebagai moderator dengan Mazda Ghazali Hidayat, Ketua Umum UKM SIGMA, sebagai pemantik diskusi. Dalam kesempatan tersebut, Ghazali memaparkan berbagai perspektif mengenai pentingnya perjuangan kesetaraan gender, dimulai dengan uraian tentang sejarah kondisi patriarki hingga perkembangan situasi saat ini yang sudah lebih baik.

"Perjuangan ini bukan hanya tentang menuntut hak yang sama, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang adil bagi semua orang tanpa memandang gender," ujar Ghazali dalam paparannya.

Ghazali juga mengajak peserta untuk berperan aktif dalam menghentikan budaya patriarki. "Marilah kita hentikan budaya patriarki ini dimulai dari diri kita dan keluarga kita kelak. Biarlah budaya patriarki berhenti pada kita. Jika kita menjumpai ketidakadilan berbasis gender dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak perlu meneruskannya," tegasnya.

Acara yang berlangsung dalam suasana santai ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswi tetapi ada juga mahasiswa yang turut menghidupkan diskusi. Para peserta yang datang dari berbagai fakultas ini turut aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai isu gender yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari di kampus maupun di masyarakat.

Lapak Diskusi Gender ini merupakan salah satu program kerja UKM SIGMA yang rutin diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan isu-isu gender dalam konteks akademik dan sosial. Harapannya melalui diskusi seperti ini, mahasiswa dapat lebih kritis dalam menyikapi isu gender dan turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih inklusif dan setara.

Pengumuman

Error: No articles to display

Kegiatan

Artikel

Has no content to show!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree