• ukm
  • header

MPA UKM SIGMA 2025: Wujud Pembinaan Kader Inklusif dan Berperspektif Gender

24 Oktober 2025

Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Masa Pengkaderan Anggota (MPA) 2025 pada 18–19 Oktober di Wana Wisata Kalipaingan, Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan bagi calon anggota baru untuk menumbuhkan semangat kritis, empati sosial, serta kesadaran terhadap isu kesetaraan gender di lingkungan kampus.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Diah Qurota A’yun, yang mengapresiasi kerja keras panitia dan semangat peserta, serta oleh Pembina UKM SIGMA, Muasomah, M.A., yang menekankan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai kesetaraan dan kepemimpinan berperspektif gender. Muasomah sekaligus membuka kegiatan MPA 2025 secara resmi.

Pada sesi pertama, Nadhifatuz Zulfa, M.Pd., selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, memaparkan materi bertema “Gender, Inklusivitas, dan Sinergi Gerakan Mahasiswa dalam Pengarusutamaan Gender di Kampus.” Ia menjelaskan bahwa isu gender bukan sekadar pembahasan teoritis, melainkan persoalan sosial yang menuntut kepekaan dan aksi nyata. Nadhifatuz mengajak peserta agar menjadi agen perubahan yang memperjuangkan lingkungan kampus yang setara dan bebas diskriminasi.

Materi kedua disampaikan oleh Ulul Albab, S.Pd. dengan topik “Menulis untuk Kesetaraan: Pengantar Kepenulisan Gender bagi Calon Anggota UKM SIGMA.” Ia menekankan bahwa literasi dan tulisan dapat menjadi medium perjuangan dalam menyuarakan keadilan sosial. Ulul mendorong peserta untuk terus menulis, sebab menurutnya, perubahan besar sering kali bermula dari keberanian menulis gagasan yang berpihak pada nilai kemanusiaan.

Selanjutnya, Muhammad Bilal, S.Sos. membawakan materi “Menjadi Pemimpin Inklusif dan Visioner.” Dalam penyampaiannya, Bilal menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa harus dilandasi oleh kemampuan mendengarkan, menghargai perbedaan, dan mendorong kolaborasi. Ia menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang tidak hanya efektif, tetapi juga empatik dan partisipatif.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti kegiatan diskusi kelompok dan dinamika lapangan yang dirancang untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Sebagai penutup, dilakukan refleksi bersama mengenai nilai-nilai yang diperoleh selama proses kaderisasi. Melalui kegiatan MPA 2025, UKM SIGMA berharap lahir kader-kader muda yang berpikir kritis, berjiwa inklusif, serta berkomitmen memperjuangkan kesetaraan di kampus dan masyarakat.

Pengumuman

Error: No articles to display

Kegiatan

Artikel

Has no content to show!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree