Pekalongan, 16 Oktober 2024 – Festival Gender 2024 resmi dibuka dengan serangkaian acara menarik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kesetaraan gender di masyarakat. Kegiatan ini mengusung berbagai lomba, seperti Lomba Duta Gender, Lomba Pidato, Lomba Essay, dan Lomba Desain Grafis, yang diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan.
Salah satu acara utama dalam Festival Gender kali ini adalah Lomba Duta Gender berkerjasama dengan PSGA, yang bertujuan untuk mencari figur-figur yang dapat menjadi agen perubahan dalam promosi kesetaraan gender. Lomba ini diadakan dalam beberapa tahap, salah satunya adalah Sosialisasi Gelar Wicara yang berlangsung di tiga desa: Randumukti Waren, Lego Clile, dan Waru Lor. Di setiap desa, peserta diberikan kesempatan untuk berbicara langsung dengan masyarakat setempat mengenai pentingnya kesetaraan gender, serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Gelar Wicara ini menjadi ajang edukasi yang interaktif, dengan melibatkan penduduk desa dalam diskusi seputar isu-isu gender yang relevan.
Selain Lomba Duta Gender, festival ini juga mengadakan Lomba Pidato, yang mengajak peserta untuk menyampaikan pidato bertema kesetaraan gender di hadapan juri dan audiens. Lomba ini diharapkan dapat melahirkan orator-orator muda yang bisa menjadi suara perubahan bagi masyarakat. Lomba Essay juga digelar, dengan tema-tema yang berkaitan dengan penerapan kesetaraan gender di lingkungan pendidikan, pekerjaan, dan keluarga.
Tidak kalah menarik, Lomba Desain Grafis memberikan ruang bagi para kreator visual untuk mengungkapkan pesan-pesan kesetaraan gender melalui desain. Peserta lomba ini diharapkan mampu menghasilkan karya yang mampu menyentuh hati masyarakat dan menginspirasi perubahan.
Festival Gender ini mendapatkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan berbagai lomba yang diadakan, Festival Gender 2024 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam upaya memperjuangkan kesetaraan gender di seluruh lapisan masyarakat.