• ukm
  • header

Berita

LAPAK DISKUSI GENDER 2 UKM SIGMA

Pekalongan, 18 Maret 2024– UKM Studi Gender Mahasiswa UIN Gusdur telah menyelenggarakan kegiatan LAPAK DISKUSI GENDER" dengan tema “Pentingnya Pendidikan Sexual yang Inklusif Gender dalam Mencegah Kekerasan Berbasis Gender di Lingkungan Pendidikan”. Dengan pemateri Ibu Ningsih Fadhilah, M.Pd dari PSGA UIN GusDur dan moderator Zilfia Risqy Kamalia dari pengurus UKM Sigma, bertempat di depan mushola GPT Lt. 1 Kampus 2 UIN Gusdur Pekalongan

Di dalam kegiatan diskusi tersebut, dihadiri oleh anggota, pengurus serta terbuka untuk umum dengan mengangkat tema “Pentingnya Pendidikan Sexual yang Inklusif Gender dalam Mencegah Kekerasan Berbasis Gender di Lingkungan Pendidikan”. Bahwa kekerasan itu terdapat kekerasan verbal dan kekerasan non verbal. Di lingkungan Pendidikan hal tersebut masih marak contohnya perundungan, bullying, kekerasan dan banyak lagi. Hal tersebut penting dilakukan karena berfungsi sebagai: pencegahan dengan pemahaman tentang kekerasan yang disebarluaskan kemudian, di berikan penanganan dari segi psikologis maupun hukum, fungsi advokasi atau keadilan sosial, serta pengembangan contohnya konseling sebaya.

Acara berlangsung dengan lancar dan tertib, dimulai pada pukul 15.30 hingga selesai. Kemudian acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Semoga dengan adanya kegiatan tersebut, semua anggota yang terlibat bisa menjadi penggerak agar lebih responsif terhadap permasalahan gender baik yang ada dilingkungan kampus UIN Gusdur maupun di mana saja.

Pekalongan, 28 Februari 2024 – UKM Studi Gender Mahasiswa UIN Gusdur telah menyelenggarakan kegiatan Lapak Diskusi Gender yang bertempat di Halaman Student Center Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Narasumber kegiatan tersebut yakni Dr. Redy Handoko, S.H.I., M.H. yang merupakan dosen Fakultas Syariah serta dimoderatori oleh Dewi Khalawatul Widati (Duta Gender UIN GUSDUR 2023). Didalam kegiatan diskusi tersebut, dihadiri oleh anggota, pengurus serta terbuka untuk umum dengan mengangkat tema “ Toxic Relationship: Apakah Hubungan ini layak dipertahankan?”. Toxic Relationship yaitu Hubungan yang tidak sehat membuat mereka yang terlibat  merasa tidak bahagia dan terhina, diperlakukan tidak adil, terus-menerus menjadi sasaran kemarahan, dan pada akhirnya berujung pada kekerasan mental dan fisik.  Apakah Hubungan toxic Relationship layak dipertahankan?, jawabannya tidak, karena hubungan Toxic Relationship dapat memengaruhi seseorang pada kesehatan mentalnya maupun fisik. Sangat tidak baik bagi para anak remaja pada zaman sekarang.  Ciri – ciri hubungan Toxic Relationship yaitu Mereka tidak bisa menjadi diri mereka sendiri, mereka terus-menerus dikendalikan, mereka tidak mendapat dukungan atau kepercayaan, mereka sering dibohongi, mereka diserang, dan mereka tidak berkomunikasi dengan baik.  Bagaimana si cara keluar dari hubungan toxic Relationship?  Sadarilah bahwa ada masalah dalam hubungan Anda dan jangan terus-menerus menyangkal perasaan dan kenyataan Anda yang sebenarnya. Belajar menghargai  diri sendiri dan yakin bahwa setiap orang berhak atas kebahagiaan dan kebebasan, serta  memulai komunikasi yang sehat dengan saling memahami dan menghindari perilaku  kekerasan. Harapannya dengan terlaksananya kegiatan tersebut bisa membekali seluruh anggota yang hadir dengan pemahaman terkait pembagian peran antara laki-laki dan perempuan demi terciptanya Kesetaraan yang adil tanpa menitikberatkan satu pihak saja.

Acara berlangsung dengan lancar dan tertib, dimulai pada pukul 15.30 hingga selesai. Selain itu, ada sesi diskusi antara bapak Dr. Redy Handoko, S.H.I., M.H. dengan audiens untuk menanggapi terkait problem yang terjadi agar bisa memberikan pemahaman yang lebih terbuka terkait kesetaraan gender dan kemudian acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Semoga dengan adanya kegiatan tersebut, semua anggota yang terlibat bisa menjadi penggerak agar lebih responsif terhadap permasalahan gender baik yang ada dilingkungan kampus UIN Gusdur maupun di mana saja.

Seminar Nasional UKM Sigma UIN Gus Dur Pekalongan

Pekalongan, Minggu 26 November 2023, puncak acara dari berbagai rangkaian acara dalam rangka Festival Gender 2023 UKM SIGMA UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan yakni Seminar Nasional dengan tema “Voice for Change: How Gen Z Bring The Optimism on Gender Equity In Preverenting Sexual Violence” telah terlaksana dengan begitu meriah yang bertempatkan di Aula Fakultas Syariah lantai 4, Kampus 2 UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Acara Seminar Nasional kali ini diisi oleh dua pemateri yang sangat keren dan hebat yakni Ibu Izza Himawanati, S.Psi., M.Si., beliau merupakan seorang Dosen di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, selain berprofesi sebagai dosen beliau juga seorang Mental Healt Influencer, Konselor, Asesor Psikologi Public, dan Speaker Psikologi. Untuk narasumber utamanya yaitu ada Ibu Sarah Monika, beliau seorang Poet and Art Writer, Abdurrahman Wahid Center for Peach & Humanities (AWCPH UI) dengan didampingi oleh moderator yang amat sangat keren dan berpengalaman yaitu Bapak Iqbal Kamalludin, S.H., M.H., beliau adalah seorang Presenter TVRI Jawa Tengah dan juga seoang Dosen di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Seminar Nasional dihadiri oleh lebih dari 100 peserta baik dari kalangan mahasiswa UIN GUSDUR maupun dari luar. Karena maraknya pelecehan seksual dikalangan pelajar/mahasiswa yang terjadi saat ini dan korban pelecehan yang selalu disalahkan merupakan satu hal yang menjadi dasar mengapa UKM SIGMA mengadakan Seminar dengan tema “Voice for Change: How Gen Z Bring the Optimism on Gender Equity in Preverenting Sexual Violence” dengan tujuan untuk membekali pengetahuan para peserta dalam hal kesetaraan gender yang tepat antara laki-laki dan perempuan guna mencegah terjadinya kekerasan seksual. Selain itu juga untuk menciptakan kampus yang responsif gender sehingga terciptanya keamanan bagi para mahasiswa dari hal-hal yang dapat merusak mental dan psikologi mereka. Dari terlaksanakannya acara seminar nasional sebagai puncak acara dalam rangkaian Festival Gender 2023 maka diharapkan dapat menjadi suatu pengetahuan yang dapat diterapkan oleh para peserta dan juga dapat terwujudnya kampus yang responsif gender.

Pengumuman

Error: No articles to display

Kegiatan

Artikel

Has no content to show!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree