The Latest
Kegiatan Sigma Care dengan tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” telah dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB, bertempat di Gedung FTIK ruang R.4.11 – R.4.12, Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini merupakan program kerja dari Divisi Supporting dan diikuti sekitar 60 peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan Sigma Care ini menghadirkan satu narasumber, yaitu Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi, M.Psi Psikolog. Peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus dan anggota UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta mahasiswa umum di lingkungan kampus tersebut.
Adapun tujuan dilaksanakannya Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan mental, keterampilan mendengar aktif, empati, serta dukungan emosional dalam proses konseling maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian peserta terhadap kondisi psikologis diri sendiri maupun orang lain sehingga dapat menjadi pendengar dan pemberi dukungan yang baik di lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan acara yang dipandu oleh MC dan berlangsung dengan lancar. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pembina UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Ibu Nadhifatuz Zulfa, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan SIGMA CARE. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan karena mampu menjadi wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta membangun sikap saling mendengar, memahami, dan mendukung satu sama lain. Beliau juga menuturkan bahwa tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak individu membutuhkan ruang aman untuk didengarkan tanpa dihakimi. Menurut beliau, kehadiran seseorang yang mau mendengar dan memahami dengan tulus dapat menjadi bentuk dukungan sederhana namun sangat berarti bagi orang lain yang sedang menghadapi permasalahan hidup. Selain itu, beliau berharap melalui kegiatan Sigma Care ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar konseling dan kesehatan mental, tetapi juga mampu menerapkan sikap empati, active listening, serta dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Beliau juga mengungkapkan rasa bangga terhadap UKM SIGMA yang terus menghadirkan program-program positif, edukatif, dan bermanfaat bagi mahasiswa. Dan kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog LKKNU Kota Pekalongan. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti sesi materi, tetapi juga diskusi interaktif dan praktik konseling sederhana bersama narasumber.
Dalam pemaparannya, Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial seseorang. Beliau menyampaikan bahwa permasalahan hidup sering muncul akibat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi emosional, maupun trauma. Oleh karena itu, konselor memiliki peran penting dalam membantu individu memahami dirinya, mengatasi masalah emosional, serta mencapai kesejahteraan mental melalui pendekatan empatik dan dukungan yang tepat.
Materi yang disampaikan berfokus pada teknik komunikasi dalam konseling, khususnya active listening atau mendengar aktif. Narasumber menjelaskan bahwa mendengar aktif bukan hanya sekadar mendengar ucapan lawan bicara, tetapi juga melibatkan perhatian penuh, pemahaman emosional, dan kemampuan memahami maksud serta perasaan seseorang tanpa menghakimi. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan teknik empati, refleksi perasaan, parafrase, dan klarifikasi agar lawan bicara merasa dimengerti dan tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya.
Pada sesi terakhir, pembahasan difokuskan pada supportive counseling atau dukungan dalam konseling. Narasumber menjelaskan bahwa dukungan tidak selalu berarti menyelesaikan seluruh masalah orang lain, melainkan dapat diwujudkan melalui perhatian, mendengarkan, menenangkan, dan memberikan dukungan emosional maupun praktis. Dengan dukungan yang tepat, seseorang akan merasa lebih dihargai, nyaman, dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya dengan lebih baik.
Kegiatan Sigma Care berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Melalui kegiatan ini, UKM SIGMA berharap peserta mampu menerapkan sikap empati, mendengar aktif, dan dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan bersama.
Kegiatan Sigma Care dengan tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” telah dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB, bertempat di Gedung FTIK ruang R.4.11 – R.4.12, Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini merupakan program kerja dari Divisi Supporting dan diikuti sekitar 60 peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan Sigma Care ini menghadirkan satu narasumber, yaitu Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi, M.Psi Psikolog. Peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus dan anggota UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta mahasiswa umum di lingkungan kampus tersebut.
Adapun tujuan dilaksanakannya Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan mental, keterampilan mendengar aktif, empati, serta dukungan emosional dalam proses konseling maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian peserta terhadap kondisi psikologis diri sendiri maupun orang lain sehingga dapat menjadi pendengar dan pemberi dukungan yang baik di lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan acara yang dipandu oleh MC dan berlangsung dengan lancar. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pembina UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Ibu Nadhifatuz Zulfa, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan SIGMA CARE. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan karena mampu menjadi wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta membangun sikap saling mendengar, memahami, dan mendukung satu sama lain. Beliau juga menuturkan bahwa tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak individu membutuhkan ruang aman untuk didengarkan tanpa dihakimi. Menurut beliau, kehadiran seseorang yang mau mendengar dan memahami dengan tulus dapat menjadi bentuk dukungan sederhana namun sangat berarti bagi orang lain yang sedang menghadapi permasalahan hidup. Selain itu, beliau berharap melalui kegiatan Sigma Care ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar konseling dan kesehatan mental, tetapi juga mampu menerapkan sikap empati, active listening, serta dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Beliau juga mengungkapkan rasa bangga terhadap UKM SIGMA yang terus menghadirkan program-program positif, edukatif, dan bermanfaat bagi mahasiswa. Dan kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog LKKNU Kota Pekalongan. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti sesi materi, tetapi juga diskusi interaktif dan praktik konseling sederhana bersama narasumber.
Dalam pemaparannya, Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial seseorang. Beliau menyampaikan bahwa permasalahan hidup sering muncul akibat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi emosional, maupun trauma. Oleh karena itu, konselor memiliki peran penting dalam membantu individu memahami dirinya, mengatasi masalah emosional, serta mencapai kesejahteraan mental melalui pendekatan empatik dan dukungan yang tepat.
Materi yang disampaikan berfokus pada teknik komunikasi dalam konseling, khususnya active listening atau mendengar aktif. Narasumber menjelaskan bahwa mendengar aktif bukan hanya sekadar mendengar ucapan lawan bicara, tetapi juga melibatkan perhatian penuh, pemahaman emosional, dan kemampuan memahami maksud serta perasaan seseorang tanpa menghakimi. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan teknik empati, refleksi perasaan, parafrase, dan klarifikasi agar lawan bicara merasa dimengerti dan tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya.
Pada sesi terakhir, pembahasan difokuskan pada supportive counseling atau dukungan dalam konseling. Narasumber menjelaskan bahwa dukungan tidak selalu berarti menyelesaikan seluruh masalah orang lain, melainkan dapat diwujudkan melalui perhatian, mendengarkan, menenangkan, dan memberikan dukungan emosional maupun praktis. Dengan dukungan yang tepat, seseorang akan merasa lebih dihargai, nyaman, dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya dengan lebih baik.
Kegiatan Sigma Care berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Melalui kegiatan ini, UKM SIGMA berharap peserta mampu menerapkan sikap empati, mendengar aktif, dan dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan bersama.
Kegiatan Sigma Care dengan tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” telah dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB, bertempat di Gedung FTIK ruang R.4.11 – R.4.12, Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini merupakan program kerja dari Divisi Supporting dan diikuti sekitar 60 peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan Sigma Care ini menghadirkan satu narasumber, yaitu Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi, M.Psi Psikolog. Peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus dan anggota UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta mahasiswa umum di lingkungan kampus tersebut.
Adapun tujuan dilaksanakannya Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan mental, keterampilan mendengar aktif, empati, serta dukungan emosional dalam proses konseling maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian peserta terhadap kondisi psikologis diri sendiri maupun orang lain sehingga dapat menjadi pendengar dan pemberi dukungan yang baik di lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan acara yang dipandu oleh MC dan berlangsung dengan lancar. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pembina UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Ibu Nadhifatuz Zulfa, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan SIGMA CARE. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan karena mampu menjadi wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta membangun sikap saling mendengar, memahami, dan mendukung satu sama lain. Beliau juga menuturkan bahwa tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak individu membutuhkan ruang aman untuk didengarkan tanpa dihakimi. Menurut beliau, kehadiran seseorang yang mau mendengar dan memahami dengan tulus dapat menjadi bentuk dukungan sederhana namun sangat berarti bagi orang lain yang sedang menghadapi permasalahan hidup. Selain itu, beliau berharap melalui kegiatan Sigma Care ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar konseling dan kesehatan mental, tetapi juga mampu menerapkan sikap empati, active listening, serta dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Beliau juga mengungkapkan rasa bangga terhadap UKM SIGMA yang terus menghadirkan program-program positif, edukatif, dan bermanfaat bagi mahasiswa. Dan kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog LKKNU Kota Pekalongan. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti sesi materi, tetapi juga diskusi interaktif dan praktik konseling sederhana bersama narasumber.
Dalam pemaparannya, Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial seseorang. Beliau menyampaikan bahwa permasalahan hidup sering muncul akibat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi emosional, maupun trauma. Oleh karena itu, konselor memiliki peran penting dalam membantu individu memahami dirinya, mengatasi masalah emosional, serta mencapai kesejahteraan mental melalui pendekatan empatik dan dukungan yang tepat.
Materi yang disampaikan berfokus pada teknik komunikasi dalam konseling, khususnya active listening atau mendengar aktif. Narasumber menjelaskan bahwa mendengar aktif bukan hanya sekadar mendengar ucapan lawan bicara, tetapi juga melibatkan perhatian penuh, pemahaman emosional, dan kemampuan memahami maksud serta perasaan seseorang tanpa menghakimi. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan teknik empati, refleksi perasaan, parafrase, dan klarifikasi agar lawan bicara merasa dimengerti dan tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya.
Pada sesi terakhir, pembahasan difokuskan pada supportive counseling atau dukungan dalam konseling. Narasumber menjelaskan bahwa dukungan tidak selalu berarti menyelesaikan seluruh masalah orang lain, melainkan dapat diwujudkan melalui perhatian, mendengarkan, menenangkan, dan memberikan dukungan emosional maupun praktis. Dengan dukungan yang tepat, seseorang akan merasa lebih dihargai, nyaman, dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya dengan lebih baik.
Kegiatan Sigma Care berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Melalui kegiatan ini, UKM SIGMA berharap peserta mampu menerapkan sikap empati, mendengar aktif, dan dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan bersama.
Kegiatan Sigma Care dengan tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” telah dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB, bertempat di Gedung FTIK ruang R.4.11 – R.4.12, Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini merupakan program kerja dari Divisi Supporting dan diikuti sekitar 60 peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan Sigma Care ini menghadirkan satu narasumber, yaitu Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi, M.Psi Psikolog. Peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus dan anggota UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta mahasiswa umum di lingkungan kampus tersebut.
Adapun tujuan dilaksanakannya Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan mental, keterampilan mendengar aktif, empati, serta dukungan emosional dalam proses konseling maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian peserta terhadap kondisi psikologis diri sendiri maupun orang lain sehingga dapat menjadi pendengar dan pemberi dukungan yang baik di lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan acara yang dipandu oleh MC dan berlangsung dengan lancar. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pembina UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Ibu Nadhifatuz Zulfa, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan SIGMA CARE. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan karena mampu menjadi wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta membangun sikap saling mendengar, memahami, dan mendukung satu sama lain. Beliau juga menuturkan bahwa tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak individu membutuhkan ruang aman untuk didengarkan tanpa dihakimi. Menurut beliau, kehadiran seseorang yang mau mendengar dan memahami dengan tulus dapat menjadi bentuk dukungan sederhana namun sangat berarti bagi orang lain yang sedang menghadapi permasalahan hidup. Selain itu, beliau berharap melalui kegiatan Sigma Care ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar konseling dan kesehatan mental, tetapi juga mampu menerapkan sikap empati, active listening, serta dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Beliau juga mengungkapkan rasa bangga terhadap UKM SIGMA yang terus menghadirkan program-program positif, edukatif, dan bermanfaat bagi mahasiswa. Dan kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog LKKNU Kota Pekalongan. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti sesi materi, tetapi juga diskusi interaktif dan praktik konseling sederhana bersama narasumber.
Dalam pemaparannya, Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial seseorang. Beliau menyampaikan bahwa permasalahan hidup sering muncul akibat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi emosional, maupun trauma. Oleh karena itu, konselor memiliki peran penting dalam membantu individu memahami dirinya, mengatasi masalah emosional, serta mencapai kesejahteraan mental melalui pendekatan empatik dan dukungan yang tepat.
Materi yang disampaikan berfokus pada teknik komunikasi dalam konseling, khususnya active listening atau mendengar aktif. Narasumber menjelaskan bahwa mendengar aktif bukan hanya sekadar mendengar ucapan lawan bicara, tetapi juga melibatkan perhatian penuh, pemahaman emosional, dan kemampuan memahami maksud serta perasaan seseorang tanpa menghakimi. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan teknik empati, refleksi perasaan, parafrase, dan klarifikasi agar lawan bicara merasa dimengerti dan tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya.
Pada sesi terakhir, pembahasan difokuskan pada supportive counseling atau dukungan dalam konseling. Narasumber menjelaskan bahwa dukungan tidak selalu berarti menyelesaikan seluruh masalah orang lain, melainkan dapat diwujudkan melalui perhatian, mendengarkan, menenangkan, dan memberikan dukungan emosional maupun praktis. Dengan dukungan yang tepat, seseorang akan merasa lebih dihargai, nyaman, dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya dengan lebih baik.
Kegiatan Sigma Care berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Melalui kegiatan ini, UKM SIGMA berharap peserta mampu menerapkan sikap empati, mendengar aktif, dan dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan bersama.
Kegiatan Workshop Visual dan Kata dengan tema “Think, Write, Design: Level Up Your Creativity” telah dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 25 April 2026, pukul 07.00 sampai dengan 15.00 WIB, bertempat di Gedung FTIK ruang R.4.11–R.4.12, Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui kolaborasi Divisi Kominfo dan Divisi P3A.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Dicky Anggriawan Nugroho, M.Kom. selaku Dosen FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai pemateri pertama, serta Saudari Durrotul Hikmah Yuliangsih, S.Pd. selaku influencer dan Duta Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai pemateri kedua. Peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus dan anggota UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta mahasiswa umum di lingkungan kampus tersebut.
Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai penulisan karya ilmiah yang baik dan benar, mengembangkan keterampilan desain grafis dan visual melalui pembelajaran teknik desain serta penguasaan software populer, serta menerapkan prinsip estetika dan komunikasi visual dalam pembuatan karya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong kreativitas mahasiswa melalui lomba editing desain grafis sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL), serta menumbuhkan budaya berkarya secara ilmiah dan kreatif di kalangan mahasiswa.
Sambutan dari Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Ibu Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, M.H., menyampaikan bahwa desain bukan sekadar soal estetika, melainkan cara menyampaikan pesan secara visual agar dapat diterima dengan baik oleh audiens. Ia juga menekankan bahwa tujuan utama desain adalah menarik perhatian sekaligus menyampaikan informasi. Tanpa seni dan desain, komunikasi akan kehilangan daya visualnya. Hal tersebut sejalan dengan prinsip dalam karya tulis ilmiah yang menuntut penyampaian gagasan secara objektif, logis, sistematis, dan faktual. Oleh karena itu, baik desain grafis maupun penulisan ilmiah sama-sama membutuhkan keahlian, motivasi, serta metode yang tepat agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas.
Pelatihan karya tulis ilmiah dipaparkan oleh Bapak Dicky Anggriawan Nugroho, M.Kom., dosen FTIK yang berpengalaman dalam bidang kepenulisan ilmiah. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang dihasilkan dari penelitian atau pemikiran yang bersifat objektif, logis, sistematis, dan faktual.
Beliau juga memaparkan berbagai jenis karya tulis ilmiah, seperti makalah, artikel ilmiah atau jurnal, skripsi, tesis, dan laporan penelitian. Fokus utama materi diarahkan pada penulisan artikel ilmiah yang memiliki karakteristik padat, ringkas, fokus, dan ditujukan untuk publikasi. Struktur penulisannya menggunakan pola IMRaD yang terdiri atas Introduction, Methods, Results, dan Discussion. Pada bagian Introduction dijelaskan pentingnya penyusunan latar belakang menggunakan pola piramida terbalik, identifikasi masalah, literature review, gap analysis, hingga tujuan penelitian. Bagian Methods berisi prosedur penelitian secara rinci, sedangkan Results memuat hasil penelitian secara objektif menggunakan tabel atau grafik. Adapun bagian Discussion digunakan untuk menginterpretasikan hasil penelitian, membandingkannya dengan penelitian terdahulu, serta menjelaskan implikasi dan keterbatasan penelitian.
Sementara itu, pelatihan desain grafis dipandu oleh Durrotul Hikmah Yuliangsih, S.Pd., seorang influencer sekaligus Duta Perpustakaan UIN Gusdur 2024/2025 dan Duta Genre 2022 yang memiliki pengalaman dalam bidang konten kreatif dan komunikasi visual. Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa desain bukan sekadar persoalan estetika, melainkan media penyampaian pesan visual agar informasi dapat diterima dengan baik oleh audiens. Beliau memaparkan empat jenis poster utama, yaitu Poster Publik, Poster Infografis, Poster Ilustrasi, dan Poster Penelitian, lengkap dengan komposisi visual dan penggunaannya sesuai tema tertentu. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya pemilihan warna dalam desain poster melalui penggunaan palet warna seperti Autumn, Spring, Summer, dan Winter yang disesuaikan dengan karakter tema. Referensi warna dapat diperoleh melalui website Color Hunt untuk membantu menciptakan desain yang lebih menarik dan komunikatif.
Kegiatan Workshop Visual & Kata yang bertema “Think, Write, Design: Level Up Your Creativity”, kedua pemateri menekankan bahwa desain grafis maupun karya tulis ilmiah sama-sama membutuhkan keahlian, motivasi, kreativitas, serta proses berpikir yang matang. Teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan sebagai mitra kerja untuk membantu proses berkarya, namun tidak boleh menggantikan peran manusia sepenuhnya. Penggunaan AI secara etis dilakukan melalui empat tahap, yaitu penyusunan ide dan kerangka, pembuatan draf awal, verifikasi dan penyuntingan, serta finalisasi dan humanisasi karya. Dengan demikian, AI bukanlah pengganti kreativitas manusia, melainkan alat pendukung untuk mempercepat dan memperkuat proses berkarya sehingga menghasilkan karya yang tetap orisinal dan memiliki sentuhan personal dari penciptanya.
Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan SAHARA (Sigma Harmoni Ramadhan) di PAY Muhammadiyah Kajen pada Sabtu (07/03). Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni, Merawat Kemanusiaan di Bulan Suci” ini menghadirkan berbagai rangkaian acara yang meliputi kajian gender, kegiatan ecocraft, buka puasa bersama, serta santunan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan berbagai acara, kemudian dilanjutkan dengan materi kajian gender yang membahas pentingnya mengenal diri serta memahami kesetaraan dalam meraih cita-cita. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengenali potensi, minat, dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu.
Pemateri menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan meraih cita-cita tanpa dibatasi oleh perbedaan gender. Melalui diskusi dan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, peserta diajak memahami bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan menentukan masa depan mereka. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat lebih mudah memahami pentingnya menghargai diri sendiri serta saling mendukung dalam mencapai impian.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan ecocraft, yaitu pembuatan kerajinan hiasan dinding dari kertas. Dalam kegiatan ini, peserta diajak berkreasi dengan memanfaatkan kertas menjadi hiasan yang menarik dan bernilai estetika. Peserta dengan penuh antusias menggunting, menyusun, dan menghias kertas menjadi berbagai bentuk hiasan dinding yang kreatif. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat berkarya serta mengajarkan bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi karya yang bermanfaat dan indah.
Menjelang waktu berbuka, seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momen ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antaranggota serta memperkuat rasa kekeluargaan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga melaksanakan santunan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada pihak yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat berbagi dan kemanusiaan yang menjadi nilai utama dalam pelaksanaan SAHARA.
Melalui kegiatan Sigma Harmoni Ramadhan, diharapkan tercipta ruang kebersamaan yang tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, serta keharmonisan di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Semoga setiap langkah kecil dalam berbagi dapat menjadi cahaya kebaikan yang terus bersinar di bulan Ramadhan.
Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) sukses menyelenggarakan agenda puncak tahunan Musyawarah SIGMA (MUSIG) 2025 pada Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2025. Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Kadipaten, Wiradesa ini merupakan forum tertinggi organisasi dalam satu periode kepengurusan.
Program MUSIG menjadi kerja akhir sekaligus agenda paling krusial bagi UKM SIGMA. Forum ini berfungsi sebagai ruang pertanggungjawaban pengurus, refleksi perjalanan organisasi, serta perumusan arah dan strategi kepengurusan di masa mendatang.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Abdul Adhim, M.Pd., perwakilan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama. Dalam Berbagainya, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi UKM SIGMA dalam menjaga tradisi musyawarah serta menekankan pentingnya dialog kritis sebagai landasan bagi keberlangsungan organisasi yang sehat dan demokratis.
Ketua Pelaksana MUSIG 2025, Regina Silfiana, menegaskan bahwa MUSIG tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi.
“Musyawarah Sigma adalah ruang refleksi bersama untuk menakar perjalanan satu periode kepengurusan secara jujur dan kritis. Dari forum inilah arah, nilai, dan masa depan UKM SIGMA yang ditentukan,” ungkapnya dalam Berbagai Pembukaan.
Selama dua hari pelaksanaan, pengurus aktif bersama demisioner UKM SIGMA terlibat dalam diskusi dan musyawarah yang intens. Agenda utama MUSIG 2025 meliputi evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program kerja periode 2025, refleksi atas capaian, kendala, dan pembelajaran organisasi, kompilasi rekomendasi strategi serta langkah-langkah konkret untuk kepengurusan selanjutnya, hingga penentuan mandataris Ketua Umum serta jajaran pengurus UKM SIGMA untuk periode kepengurusan 2026.
Proses musyawarah berlangsung secara tertib, demokratis, dan partisipatif. Setiap pandangan dan masukan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan demi kemajuan organisasi. Seluruh hasil pembahasan telah dirumuskan dan didokumentasikan dalam Notulen Resmi MUSIG 2025 sebagai arsip dan pedoman organisasi.
Dengan ditutupnya MUSIG 2025, kepengurusan UKM SIGMA periode 2025 secara resmi telah menyelesaikan seluruh mandatnya. Hasil musyawarah ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi kepengurusan baru dalam membawa UKM SIGMA menjadi organisasi yang semakin progresif, berdampak, dan berkelanjutan.
Festival Gender (FESGEN) 2025 yang diselenggarakan UKM SIGMA UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyoroti isu responsif gender, kesehatan mental, hingga pemaknaan identitas diri generasi muda di era digital. Gelaran tahunan ini memadukan tiga fokus utama melalui lomba kreatif, workshop peer counseling, dan seminar nasional.
Seminar Nasional yang menjadi puncak acara digelar pada 16 November 2025 di Aula Fakultas Syariah. Mengangkat tema Menemukan Akar Diri Generasi Muda dari Krisis Identitas ke Kesadaran Nilai, seminar ini dibuka Pembina UKM SIGMA, Muasoma M.A. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memahami isu gender dan menjaga lingkungan kampus yang aman serta inklusif. Dua narasumber hadir membawakan materi psikologis. Izza Himawanti, S.Psi., M.Si., memaparkan bagaimana tekanan sosial dan akademik memengaruhi stabilitas emosional mahasiswa, sementara Nisrina P. Utami, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyoroti krisis identitas yang kerap muncul akibat perbandingan sosial di media digital.
Ketua Pelaksana FESGEN 2025, Rizky Uzwatun Khasanah, menggarisbawahi tujuan kegiatan ini untuk mendorong perubahan dan kesadaran kolektif mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan:
“Rangkaian FESGEN tahun ini kami rancang bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi sebagai proses pembelajaran bersama. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa isu gender dan krisis identitas terkait langsung dengan keseharian mereka. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, setiap peserta mampu membawa perubahan kecil yang berkelanjutan di lingkungan sekitar.”
Sebelum seminar digelar, rangkaian FESGEN telah dibuka dengan Workshop Peer Counseling pada 26 Oktober 2025 yang mengusung tema Imposter Syndrome? No More! Bangkitkan Potensi Diri dan Raih Mimpi-Mimpimu. Workshop ini memberikan ruang aman bagi mahasiswa untuk memahami gejala imposter syndrome, mengelola perasaan tidak layak, serta membangun keyakinan atas kemampuan diri. Pendekatan peer counseling digunakan untuk memudahkan peserta membuka diri dan mendapatkan dukungan emosional dari rekan sebaya.
Selain itu, kompetisi karya kreatif dengan tema Dari Aksi ke Transformasi: Kontribusi Generasi Muda Mewujudkan Dunia Responsif Gender turut menarik partisipasi mahasiswa lintas fakultas. Melalui karya desain grafis, video, dan essay, peserta diajak mengekspresikan pandangan mereka tentang bagaimana generasi muda dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan sosial yang lebih adil dan responsif gender.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, FESGEN 2025 kembali menegaskan komitmen UKM SIGMA dalam menghadirkan wadah pembelajaran bagi mahasiswa. Perpaduan edukasi gender, penguatan kapasitas diri, serta ruang berekspresi kreatif diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk lebih memahami dirinya, menjunjung nilai kesetaraan, dan mengambil peran aktif dalam perubahan sosial.
Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender dan Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) kembali mengadakan kegiatan Lapak Diskusi Gender pada Selasa (28/10). Bertempat di Lobby Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), kegiatan ini mengangkat tema menarik: “Tumbuh Tanpa Luka: Bagaimana Inner Child Membentuk Kita?”
Acara ini menghadirkan Salma Selfiyana, Duta Gender UIN Gus Dur 2024, sebagai pemantik diskusi, serta Chilmy Munazil anggota divisi Kajian sebagai moderator. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa lintas fakultas yang antusias membahas isu psikologis dari sudut pandang gender dan pengembangan diri.
Dalam pemaparannya, Salma menjelaskan bahwa inner child merupakan konsep psikologi yang menggambarkan bagian diri yang terbentuk dari pengalaman masa kecil. Menurutnya, luka batin di masa lalu sering kali membentuk pola pikir, karakter, bahkan kepercayaan seseorang di masa kini.
“Setiap orang memiliki inner child yang menyimpan berbagai pengalaman emosional. Saat luka itu diabaikan, dampaknya bisa muncul dalam bentuk masalah emosional di kemudian hari,” ungkapnya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya proses penyembuhan diri melalui penerimaan diri dan refleksi masa lalu. Peserta diajak memahami bahwa sekecil apa pun luka batin perlu disembuhkan agar tidak menghambat pertumbuhan pribadi.
“Berdamai dengan diri sendiri berarti berani menerima kekurangan, karena dari sanalah kekuatan kita tumbuh,” tambah Salma dalam sesi refleksi.
Melalui kegiatan ini, UKM SIGMA berharap mahasiswa semakin peka terhadap isu kesehatan mental dan kesetaraan gender, serta mampu menumbuhkan kesadaran diri untuk tumbuh tanpa luka.
Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar kegiatan Workshop Peer Counseling bertema “Imposter Syndrome? No More! Bangkitkan Potensi Diri dan Raih Mimpi-Mimpimu” di ruang FUAD 3.8 pada Minggu (26/10).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB ini merupakan program kerja dari Divisi Supporting UKM SIGMA. Workshop ini digelar sebagai upaya membekali mahasiswa dalam mengenali serta mengatasi imposter syndrome, yaitu keraguan terhadap kompetensi diri dalam mencapai prestasi baik akademik maupun nonakademik. Selain itu, peserta juga diajak belajar menjadi pendengar yang baik bagi sesama.
Ketua pelaksana kegiatan, Ikhfa Fauziyatul Maula, dalam sambutannya mengajak peserta untuk menumbuhkan rasa percaya diri. “Mari kita mulai hidup sebagai pribadi yang percaya diri dan pantas atas semua hal baik yang telah kita capai dan yang akan kita raih,” ujarnya.
Sementara itu, Agil Kiki Anggraini, Wakil Ketua Umum UKM SIGMA, berharap kegiatan ini dapat mempererat solidaritas antaranggota. “Semoga kehadiran teman-teman semua membawa semangat baru, ide-ide segar, dan energi positif serta mempererat rasa kekeluargaan di antara seluruh kader UKM SIGMA,” tuturnya.
Sebagai pemateri, Sintya Dyah Kusumastuti, M.Psi., menjelaskan pentingnya peran konselor sebaya dalam mendampingi teman yang sedang berjuang dengan perasaan ragu diri. “Konselor tidak harus menyelesaikan masalah ataupun memberikan saran-saran, cukup menjadi pendengar yang baik saja sudah bagus,” ungkapnya.
Workshop ini dipandu oleh Rahmi Nurmulia sebagai moderator. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama, menandai komitmen UKM SIGMA dalam mengembangkan kemampuan empati serta kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
Kegiatan Workshop Peer Counseling ini diharapkan mampu menjadi wadah penguatan mental dan pengembangan diri bagi mahasiswa agar lebih percaya pada kemampuan yang dimiliki. Dengan semangat saling mendukung dan mendengarkan, UKM SIGMA berupaya menciptakan lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan penuh empati.