Festival Gender 2025 UKM SIGMA Soroti Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Dunia Responsif Gender dan Krisis Identitas di Era Digital

18 تشرين2/نوفمبر 2025

Festival Gender (FESGEN) 2025 yang diselenggarakan UKM SIGMA UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyoroti isu responsif gender, kesehatan mental, hingga pemaknaan identitas diri generasi muda di era digital. Gelaran tahunan ini memadukan tiga fokus utama melalui lomba kreatif, workshop peer counseling, dan seminar nasional.

Seminar Nasional yang menjadi puncak acara digelar pada 16 November 2025 di Aula Fakultas Syariah. Mengangkat tema Menemukan Akar Diri Generasi Muda dari Krisis Identitas ke Kesadaran Nilai, seminar ini dibuka Pembina UKM SIGMA, Muasoma M.A. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memahami isu gender dan menjaga lingkungan kampus yang aman serta inklusif. Dua narasumber hadir membawakan materi psikologis. Izza Himawanti, S.Psi., M.Si., memaparkan bagaimana tekanan sosial dan akademik memengaruhi stabilitas emosional mahasiswa, sementara Nisrina P. Utami, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyoroti krisis identitas yang kerap muncul akibat perbandingan sosial di media digital.

Ketua Pelaksana FESGEN 2025, Rizky Uzwatun Khasanah, menggarisbawahi tujuan kegiatan ini untuk mendorong perubahan dan kesadaran kolektif mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan:

“Rangkaian FESGEN tahun ini kami rancang bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi sebagai proses pembelajaran bersama. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa isu gender dan krisis identitas terkait langsung dengan keseharian mereka. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, setiap peserta mampu membawa perubahan kecil yang berkelanjutan di lingkungan sekitar.”

Sebelum seminar digelar, rangkaian FESGEN telah dibuka dengan Workshop Peer Counseling pada 26 Oktober 2025 yang mengusung tema Imposter Syndrome? No More! Bangkitkan Potensi Diri dan Raih Mimpi-Mimpimu. Workshop ini memberikan ruang aman bagi mahasiswa untuk memahami gejala imposter syndrome, mengelola perasaan tidak layak, serta membangun keyakinan atas kemampuan diri. Pendekatan peer counseling digunakan untuk memudahkan peserta membuka diri dan mendapatkan dukungan emosional dari rekan sebaya.

Selain itu, kompetisi karya kreatif dengan tema Dari Aksi ke Transformasi: Kontribusi Generasi Muda Mewujudkan Dunia Responsif Gender turut menarik partisipasi mahasiswa lintas fakultas. Melalui karya desain grafis, video, dan essay, peserta diajak mengekspresikan pandangan mereka tentang bagaimana generasi muda dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan sosial yang lebih adil dan responsif gender.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, FESGEN 2025 kembali menegaskan komitmen UKM SIGMA dalam menghadirkan wadah pembelajaran bagi mahasiswa. Perpaduan edukasi gender, penguatan kapasitas diri, serta ruang berekspresi kreatif diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk lebih memahami dirinya, menjunjung nilai kesetaraan, dan mengambil peran aktif dalam perubahan sosial.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree