Pekalongan — UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Seminar Nasional sebagai puncak rangkaian Festival Gender 2023 pada Minggu, 26 November 2023. Kegiatan tersebut mengusung tema “Voice for Change: How Gen Z Bring the Optimism on Gender Equity in Preventing Sexual Violence” dan berlangsung di Aula Fakultas Syariah lantai 4, Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Seminar Nasional menghadirkan dua pemateri, yakni Izza Himawanati, S.Psi., M.Si., dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang juga berprofesi sebagai mental health influencer, konselor, asesor psikologi publik, dan speaker psikologi, serta Sarah Monika, Poet and Art Writer dari Abdurrahman Wahid Center for Peace & Humanities (AWCPH) UI.
Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Iqbal Kamalludin, S.H., M.H., yang merupakan presenter TVRI Jawa Tengah sekaligus dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Seminar Nasional dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan maupun peserta dari luar kampus. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membekali peserta dengan pengetahuan mengenai kesetaraan gender serta upaya pencegahan kekerasan seksual.
Pelaksanaan seminar dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap kasus pelecehan seksual di kalangan pelajar dan mahasiswa serta persoalan menyalahkan korban dalam kasus kekerasan seksual. Melalui kegiatan tersebut, UKM SIGMA mendorong pemahaman mengenai relasi yang setara antara perempuan dan laki-laki sebagai salah satu bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual.
Selain membahas kesetaraan gender, kegiatan ini diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan kampus yang responsif gender. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh ruang yang lebih aman dari berbagai hal yang dapat berdampak terhadap kondisi mental dan psikologis mereka.
Sebagai puncak rangkaian Festival Gender 2023, Seminar Nasional diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari serta turut mendorong terwujudnya kampus yang responsif gender.