The Latest

Diskusi UKM SIGMA Soroti Kekerasan Digital yang Dialami Anak Muda

Pekalongan, Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) pada Selasa (27/05) sore. Bertempat di halaman belakang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kegiatan ini mengangkat tema yang relevan dengan keseharian generasi muda: "Ngonten Tapi Dilecehkan: Aman Gak Sih Jadi Anak Muda di Media Sosial?"

 

Dipandu oleh Avidah Sirley Salsabila (anggota Divisi Kajian) dan Putri Wahyu Widiyaningsih (Koordinator Divisi P3A - Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota), diskusi berjalan interaktif dan penuh antusiasme. Peserta terdiri dari anggota dan pengurus UKM SIGMA serta mahasiswa umum aktif menyampaikan pandangan, pengalaman pribadi, dan keresahan mereka terkait pelecehan digital yang marak terjadi di media sosial.

 

Tema ini diangkat sebagai respons terhadap semakin meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender online, khususnya terhadap konten kreator muda yang kerap menjadi sasaran komentar seksis, perundungan, hingga ancaman. Diskusi ini menjadi ruang aman untuk saling bertukar pengalaman, menyuarakan keresahan, serta merumuskan langkah-langkah preventif agar generasi muda tetap aman dan berdaya di dunia digital.

 

“Media sosial bisa memberi banyak informasi, tapi tetap perlu batasan diri dan etika agar tak terjerumus hal-hal negatif,” Ujar Putri dalam pemaparannya. 

 

Kegiatan LDG ini merupakan program rutin UKM SIGMA yang bertujuan mendorong diskusi kritis seputar isu-isu gender dan sosial dalam format santai namun substansial. Lapak Diskusi Gender tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga bentuk advokasi dan penguatan solidaritas antar mahasiswa.

 

Dengan semangat kolaboratif dan kesadaran kritis, UKM SIGMA berharap diskusi semacam ini dapat terus menjadi ruang belajar dan bergerak bersama dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman, inklusif, dan responsif terhadap isu gender.

Pekalongan - UKM SIGMA UIN Gus Dur Pekalongan melalui Divisi Kominfo mengadakan pelatihan desain grafis dengan tema “Bikin, Upload, Cuan: Pelatihan Design Grafis Template Canva Untuk Dijual Online” pada Minggu (11/05) di ruang FUAD 3.7. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus UKM SIGMA serta sejumlah mahasiswa yang tertarik memperdalam keterampilan desain dan pembuatan konten visual.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk menunjang keterampilan pengurus UKM SIGMA, khususnya dalam menyebarkan pesan-pesan penting seperti kesetaraan gender, anti kekerasan, serta nilai-nilai keadilan sosial yang menjadi fokus utama UKM SIGMA. Di era digital, kemampuan mengemas pesan melalui visual yang menarik menjadi krusial agar gagasan-gagasan tersebut dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif.

Dengan memanfaatkan platform Canva, pelatihan ini juga mendorong semangat kemandirian ekonomi di kalangan mahasiswa melalui peluang usaha kreatif, seperti penjualan template desain digital. Harapannya acara ini dapat memberikan keterampilan sekaligus ladang wirausaha mahasiswa.

Sebagai pemateri, panitia menghadirkan Muhammad Luthfi Maulana, seorang graphic designer yang memandu peserta dalam proses pembuatan template desain dari awal. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar desain, pemilihan layout, penataan elemen visual, serta pengaturan format agar layak dijual di platform online. Seluruh tahapan ditampilkan secara langsung melalui layar presentasi, memungkinkan peserta mengikuti proses secara runtut dan praktis.

Acara ini diketuai oleh Nauroh Khisanah dari Divisi Kominfo UKM SIGMA. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi kegiatan UKM SIGMA serta menjadi bekal berharga bagi peserta yang ingin mengembangkan potensi di bidang desain grafis dan kewirausahaan digital.

UKM SIGMA Mengadakan Rapat Triwulan Pertama Tingkatkan Kerja Antardivisi

Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Rapat Triwulan I pada Minggu (04/05) di ruang kelas FUAD 3.7. Rapat yang mengusung tema “Revitalisasi Internal dan Penguatan Sinergi” ini dihadiri oleh seluruh pengurus dari masing-masing divisi.

Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan capaian program kerja yang telah dijalankan selama tiga bulan pertama masa kepengurusan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan komunikasi lintas divisi guna menunjang efektivitas kerja organisasi ke depan.

Divisi-divisi yang hadir dalam rapat ini meliputi Divisi Kajian, Supporting, Eksternal, P3A (Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota), Kominfo (Komunikasi dan Informasi), serta Badan Pengurus Harian (BPH). Masing-masing divisi menyampaikan laporan kegiatan, kendala yang dihadapi, serta usulan perbaikan untuk perkembangan organisasi berikutnya.

Ketua Umum UKM SIGMA menyampaikan bahwa rapat triwulan ini merupakan langkah awal dalam membangun budaya evaluatif dan reflektif di tubuh organisasi. “Melalui forum ini, kita tidak hanya menilai pencapaian, tetapi juga membangun semangat kolaboratif untuk menciptakan program yang lebih berdampak dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rapat ditutup dengan sesi diskusi terbuka antardivisi untuk menyusun langkah strategis yang lebih terarah, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan visi dan misi UKM SIGMA sebagai organisasi yang responsif terhadap isu-isu gender dan sosial di lingkungan kampus.

Lapak Diskusi Gender Bahas Kesehatan Mental dan Kesetaraan: Menyuarakan Keadilan dari Halaman Perpustakaan

Pekalongan — UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) yang ketiga dengan tema “Dari Ketidakadilan Menuju Kesetaraan: Menggali Hubungan antara Kesetaraan Gender dan Kesehatan Mental”. Bertempat di halaman perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Selasa (29/04) sore, diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ketimpangan gender berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan mental, terutama di lingkungan kampus.

Acara ini dipandu oleh Nadya Tri Ardiyanti dari Divisi Kajian sebagai moderator, dan menghadirkan Ikhfa Fauziyatul Maula dari Divisi Supporting sebagai pemantik utama. Dalam pemaparannya, Ikhfa menekankan bahwa kesehatan mental kerap kali diabaikan dalam perbincangan tentang kesetaraan gender, padahal banyak kasus tekanan psikis dialami oleh individu karena ekspektasi sosial yang timpang berbasis gender.

“Ketika perempuan dibebani standar ganda, laki-laki dibatasi dalam mengungkap emosi, dan minoritas gender mengalami diskriminasi, maka kita perlu bertanya: seberapa sehat ruang sosial kita bagi semua orang?” ujar Ikhfa.

Diskusi ini turut mengajak peserta untuk membedah pengalaman pribadi dan sosial secara terbuka, menjadikan LDG bukan hanya forum teoretis, melainkan juga ruang aman untuk berbagi. Mahasiswa dari berbagai fakultas tampak antusias memberikan respons dan pertanyaan, menunjukkan bahwa tema kesetaraan dan kesehatan mental memiliki relevansi kuat dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Lapak Diskusi Gender adalah program rutin UKM SIGMA yang bertujuan membumikan isu-isu gender ke ruang-ruang publik kampus dengan pendekatan santai namun substansial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembicaraan soal keadilan gender tidak harus selalu berada di seminar besar, tetapi bisa dimulai dari lingkaran diskusi kecil yang membumi dan inklusif.

UKM SIGMA UIN Gus Dur Pekalongan Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Training Administrasi

PEKALONGAN — Dalam upaya memperkuat budaya akademik sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) dan Training Administrasi (TA) pada minggu (27/4) di Gedung FUAD.

PKTI yang merupakan program kerja Divisi Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota (P3A) diketuai oleh Karima Ibnatun Najwa sebagai ketua pelaksana. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Athoillah Islamy S.H.I. M.A.Hk., akademisi yang dikenal aktif sebagai reviewer di lebih dari 10 jurnal ilmiah nasional serta Managing Editor TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences.

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali teori penulisan karya ilmiah, tetapi juga diajak memahami praktik penyusunan artikel yang memenuhi standar publikasi akademik, mulai dari identifikasi masalah, hingga teknik penulisan abstrak, hasil, dan pembahasan yang sistematis.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya aspek kebaruan (novelty) dalam riset dan strategi meningkatkan kualitas referensi, dengan mendorong penggunaan sumber-sumber terbaru dari jurnal ilmiah bereputasi. Materi yang disampaikan relevan untuk mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan karya tulis akademik, baik untuk kebutuhan perkuliahan maupun publikasi lebih lanjut.

Sementara itu, Training Administrasi yang merupakan program kerja Badan Pengurus Harian (BPH) UKM SIGMA dipandu oleh Rahmi Nurmulia, Sekretaris I UKM SIGMA. Pada sesi ini, peserta mempelajari prinsip-prinsip dasar tata kelola administrasi organisasi, termasuk penyusunan surat resmi, pembuatan laporan kegiatan, dan juga pengelolaan arsip fisik maupun digital. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi yang akuntabel dan tertata, sejalan dengan kebutuhan tata kelola kelembagaan mahasiswa yang semakin kompleks.

Kegiatan yang terbuka untuk seluruh mahasiswa ini mendapat respon baik, terlihat dari kehadiran peserta yang berasal dari berbagai program studi. Selain sebagai wadah peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar ide, serta mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai organisasi.

Dengan menggabungkan penguatan aspek akademik dan kemampuan pengorganisasian, UKM SIGMA terus berkomitmen untuk membangun tradisi keilmuan yang kuat dan menyiapkan mahasiswa yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.

UKM SIGMA Kolaborasi dengan HMPS PAI dalam Acara Seminar Nasional Anti Kekerasan Seksual

Pekalongan, UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan ruang aman bagi seluruh mahasiswa dengan berkolaborasi dalam Seminar Nasional Anti Kekerasan Seksual. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) FORSIMA PAI Jawa Tengah 2025.

Seminar yang mengusung tema “Menciptakan Kampus Merdeka Bebas dari Kekerasan Seksual” ini diadakan di Gedung Student Centre UIN Gusdur Pekalongan dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan edukasi mengenai isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, sekaligus momentum strategis bagi UKM SIGMA untuk memperluas pengaruh gerakannya.

Sebagai unit kegiatan mahasiswa yang fokus pada isu-isu gender, inklusif, dan keberpihakan pada penyintas, UKM SIGMA merasa bahwa tema seminar ini sangat selaras dengan nilai-nilai dan semangat perjuangan yang selama ini diusung. Karena itu, UKM SIGMA turut serta sebagai mitra kolaborasi, dengan menghadirkan layanan dan kontribusi nyata di lokasi acara.

Dalam kesempatan ini, UKM SIGMA memperkenalkan Ruang KONGSI (Konseling SIGMA) kepada seluruh peserta seminar. Ruang KONGSI merupakan salah satu program layanan yang disediakan oleh UKM SIGMA untuk mendampingi mahasiswa dalam berbagai persoalan yang bersifat personal maupun struktural. Layanan yang dikenalkan dalam acara ini meliputi:

  • Layanan Konseling sebaya
  • Layanan psikososial
  • Layanan Bantuan hukum
  • Layanan kesehatan (fisik dan mental)
  • Layanan keagamaan yang inklusif

Dengan membuka stand informasi dan menyapa peserta secara langsung, UKM SIGMA berharap mahasiswa UIN Gusdur Pekalongan secara khusus, dan mahasiswa PAI se-Jawa Tengah secara umum, semakin mengenal peran serta fungsi UKM SIGMA dalam menciptakan ruang aman di lingkungan kampus.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang:

  • Ibu Ningsih Fadhilah, M.Pd., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Gusdur sekaligus anggota Aliansi Pusat Studi Gender se-Indonesia;
  • Bpk. H. Abdul Hamid, M.Pd., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang menyuarakan pentingnya regulasi perlindungan korban kekerasan seksual di kampus;
  • Ilham Fathu Rohman, Duta Genre Indonesia 2025 yang mengajak anak muda untuk terlibat aktif dalam gerakan pencegahan kekerasan seksual dengan pendekatan edukatif dan kreatif.

Seminar ini juga dimoderatori oleh Ihza Maulina, demisioner Ketua KOPRI PMII Pekalongan 2023/2024, yang dikenal aktif dalam isu advokasi perempuan dan mahasiswa.

Melalui partisipasi dalam acara ini, UKM SIGMA ingin menegaskan bahwa kerja-kerja pemberdayaan dan perlindungan mahasiswa dari kekerasan seksual tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu keterlibatan semua pihak. Kolaborasi dengan HMPS PAI ini menjadi bentuk sinergi antar-organisasi mahasiswa untuk memperluas pengaruh dan dampak kerja-kerja advokasi.

SIGMA juga berharap, kehadiran Ruang KONGSI bisa menjadi awal yang baik dalam membangun budaya saling peduli, mendampingi, dan menguatkan sesama mahasiswa di lingkungan kampus. Di tengah maraknya kasus kekerasan dan minimnya akses pendampingan, keberadaan layanan yang terjangkau dan berbasis solidaritas sangat dibutuhkan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif menuju kampus yang responsif terhadap isu-isu kekerasan seksual, serta memperkuat solidaritas antar mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.

Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan turut hadir dalam kegiatan “Monitoring dan Evaluasi Triwulan Pertama serta Halal Bihalal Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Universitas” yang diselenggarakan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama. Acara ini digelar pada Jumat (11/04/25) bertempat di Ruang eks Perpustakaan lantai 3 Gedung Perkuliahan Terpadu.

 

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., serta Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., yang juga bertugas memberikan monitoring dan evaluasi secara langsung. Selain itu, turut hadir pembina ormawa, serta perwakilan dari DEMA, SEMA, UKM, dan UKK tingkat universitas.

 

Dalam sambutannya, Prof. Zaenal memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara yang menurutnya lebih efektif karena menghadirkan seluruh ormawa dalam satu forum bersama. "Saya sangat mengapresiasi acara ini karena biasanya dilaksanakan per ormawa, tapi kali ini dikumpulkan jadi satu oleh Wakil Rektor III," ujarnya.

 

Beliau juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kesadaran diri dalam hal sederhana seperti konsumsi makanan saat acara. “Snacknya juga model baru. Kita ingin membiasakan makanan itu kita ambil sesuai porsi kita dan kita habiskan,” tambahnya. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang ingin dibangun di lingkungan kampus.

 

Agenda utama dalam kegiatan ini meliputi monitoring dan evaluasi kinerja triwulan pertama seluruh ormawa, serta penyampaian arahan dari pimpinan universitas terkait pengembangan program kerja kedepan. Selain itu, suasana keakraban juga terasa dalam momen halal bihalal yang menjadi bagian dari kegiatan, mengingat pelaksanaannya yang masih dalam suasana bulan Syawal.

 

Acara ini menjadi momen silaturahmi dan refleksi bersama bagi seluruh organisasi kemahasiswaan, serta penguatan koordinasi antara pihak universitas dan ormawa. UKM SIGMA menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya mempererat sinergi dan meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi di lingkungan kampus.

Diskusi Hangat UKM SIGMA: Mempersiapkan Ilmu dalam Pengasuhan Anak

Pekalongan – UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender dengan tema Membangun Kesetaraan Gender dalam Pola Pengasuhan Anak pada Selasa, 18 Maret 2025. Acara yang berlangsung di Serambi Student Center ini menghadirkan Siti Rohmalia Agustin, demisioner pengurus UKM SIGMA, sebagai pemateri dan Chilmy Munazil, pengurus UKM SIGMA, sebagai moderator.

Diskusi ini menyoroti pentingnya persiapan ilmu dalam pengasuhan anak, terutama dari sudut pandang psikologi perkembangan. Siti Rohmalia menjelaskan bahwa pola pengasuhan yang baik dapat membentuk karakter anak sejak dini. “Menikah itu tidak hanya tentang cinta, bukan hanya soal rasa, tapi ada ilmu yang harus dipelajari dan disiapkan,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak harus berlandaskan pemahaman yang matang agar dapat menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.

Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan dalam keluarga masing-masing. Beberapa peserta mengungkapkan bagaimana cara orang tua mereka membesarkan anak dengan berbagai pendekatan yang berbeda. Suasana diskusi yang interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali perspektif yang lebih luas mengenai pola asuh yang ideal.

Moderator Chilmy Munazil turut mengarahkan jalannya diskusi agar semakin dinamis. Ia menambahkan bahwa mempersiapkan ilmu dalam pengasuhan adalah langkah fundamental bagi setiap orang tua. “Pengasuhan bukan hanya perkara cinta dan naluri, tetapi juga harus didasarkan pada ilmu yang benar. Dengan memahami bagaimana anak berkembang, orang tua dapat menciptakan pola asuh yang lebih sehat dan mendukung pertumbuhan karakter anak secara optimal,” tuturnya, menegaskan kembali pentingnya kesiapan ilmu dalam membangun keluarga yang harmonis.

Dengan adanya kegiatan ini, UKM SIGMA berharap dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya persiapan dalam membangun keluarga dan pola pengasuhan yang sehat. Lapak Diskusi Gender diharapkan tetap menjadi wadah yang bermanfaat bagi mahasiswa untuk memahami isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. UKM SIGMA berkomitmen untuk terus menghadirkan diskusi-diskusi inspiratif yang dapat membangun pemahaman mendalam terkait berbagai aspek dalam kehidupan bermasyarakat.

SIGMA LIGHT Hadirkan Edukasi Gender dan Kebersamaan di Bulan Ramadhan

Pekalongan, 16 Maret 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) sukses menggelar acara SIGMA LIGHT (Learning on Inclusive Gender & Harmony in Ramadhan) di Panti Asuhan Aisyiyah Pekajangan, Pekalongan, pada Minggu (16/03). Acara yang mengusung tema "Ramadhan Berdaya: Belajar, Berbagi, dan Berkarya" ini menghadirkan sesi edukasi gender, pemberdayaan melalui keterampilan, serta berbuka puasa bersama, dan serah terima donasi.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia dan dilanjutkan dengan perayaan-sambutan. Dalam berbagai hal, Ketua Umum UKM SIGMA memperkenalkan UKM SIGMA kepada adik-adik panti asuhan, menjelaskan bahwa UKM SIGMA adalah organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang kajian gender, sosial, dan dakwah inklusif. Ketua UKM SIGMA juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rihlah dakwah UKM SIGMA, yang telah terlaksana setiap Ramadhan dengan berkeliling ke berbagai panti asuhan di sekitar Pekalongan.

“Kami ingin berbagi ilmu, pengalaman, dan kebersamaan dalam momen Ramadhan Setiap tahunnya, kami biasa berkeliling ke panti asuhan untuk menebarkan semangat belajar dan berbagi, agar Ramadhan menjadi lebih bermakna bagi kita semua,” ujar Ketua UKM SIGMA.

Usai sesi pembukaan, materi utama disampaikan oleh Duta Gender UIN Gus Dur, Wulan Lailatul Rohmah dan Laiqul Hasani Mansuroh. Dalam sesi ini, peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD dan SMP diperkenalkan dengan konsep kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya saling menghormati dan berbagi peran tanpa memandang perbedaan gender.

Usai sesi materi, peserta melaksanakan shalat Asar berjamaah dan dilanjutkan dengan kegiatan pemberdayaan berupa pembuatan tempat pensil dari kertas bekas. Anak-anak dengan penuh semangat menggunting, merangkai, dan menghias tempat pensil yang mereka buat sendiri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas mereka, tetapi juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua pelaksana, Lita Nurul Aeni, menyampaikan harapannya semoga terselenggaranya acara ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak panti asuhan tentang gender dan kesetaraan sejak dini, sehingga mereka tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya menghormati dan mendukung satu sama lain.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik dapat memahami bahwa setiap orang, tanpa memandang gender, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan saling mendukung dalam kebaikan. Semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujarnya.

Menjelang waktu buka, acara diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan berupa sumbangan sembako kepada panti asuhan. Dengan terselenggaranya SIGMA LIGHT, UKM SIGMA berharap dapat terus berkontribusi dalam memberikan edukasi yang inklusif, menanamkan nilai-nilai kepedulian, serta memperkuat semangat kebersamaan di setiap momen Ramadhan yang penuh berkah.

UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Gelar Lapak Diskusi Gender

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar kegiatan bertajuk "Lapak Diskusi Gender" pada Rabu (26/2/2025). Acara yang mengangkat tema "Mengapa Gender Harus Diperjuangkan?" ini berlangsung di area samping Gedung Student Center kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Diskusi dipandu oleh Aisya Meidina Natasya sebagai moderator dengan Mazda Ghazali Hidayat, Ketua Umum UKM SIGMA, sebagai pemantik diskusi. Dalam kesempatan tersebut, Ghazali memaparkan berbagai perspektif mengenai pentingnya perjuangan kesetaraan gender, dimulai dengan uraian tentang sejarah kondisi patriarki hingga perkembangan situasi saat ini yang sudah lebih baik.

"Perjuangan ini bukan hanya tentang menuntut hak yang sama, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang adil bagi semua orang tanpa memandang gender," ujar Ghazali dalam paparannya.

Ghazali juga mengajak peserta untuk berperan aktif dalam menghentikan budaya patriarki. "Marilah kita hentikan budaya patriarki ini dimulai dari diri kita dan keluarga kita kelak. Biarlah budaya patriarki berhenti pada kita. Jika kita menjumpai ketidakadilan berbasis gender dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak perlu meneruskannya," tegasnya.

Acara yang berlangsung dalam suasana santai ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswi tetapi ada juga mahasiswa yang turut menghidupkan diskusi. Para peserta yang datang dari berbagai fakultas ini turut aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai isu gender yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari di kampus maupun di masyarakat.

Lapak Diskusi Gender ini merupakan salah satu program kerja UKM SIGMA yang rutin diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan isu-isu gender dalam konteks akademik dan sosial. Harapannya melalui diskusi seperti ini, mahasiswa dapat lebih kritis dalam menyikapi isu gender dan turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih inklusif dan setara.

الصفحة 2 من 6
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree