The Latest

Pekalongan – Diskusi Kajian Gender bertajuk “Penguatan Perspektif Gender dan Focal Point Gender Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus” sukses digelar oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Sabtu (26/8) siang. UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) bersama Duta Gender UIN Gus Dur turut terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari peran mereka di kampus sebagai focal point gender dari kalangan mahasiswa. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKM SIGMA dan Duta Gender dalam mendukung penguatan kesadaran dan aksi pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid daring dan luring ini dibuka oleh Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Dr. Moh. Sugeng Solehuddin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan urgensi membangun kesadaran bersama di kampus untuk memahami dan mencegah kekerasan seksual.

"Kampus harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika. Pentingnya pengarusutamaan perspektif gender agar kekerasan berbasis gender tidak lagi terjadi di ruang akademik," ujar Prof. Sugeng.

Hadir sebagai narasumber utama, Desti Murdijana, seorang aktivis gender senior dan pembina aliansi PTRG dari We-Lead dan JAZZ, memaparkan bahwa kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja termasuk institusi pendidikan. Hal ini kerap terjadi akibat relasi kuasa yang tidak seimbang saat pelaku merasa memiliki posisi atau kekuatan yang lebih tinggi dibanding korban.

"Selain faktor relasi kuasa, kekerasan seksual kerap terjadi karena adanya niat serta keyakinan pelaku bahwa ia dapat menguasai korban. Penting untuk disadari bahwa siapa pun bisa menjadi korban, termasuk perempuan berhijab, lansia, maupun individu dengan kondisi fisik tertentu. Berbeda dengan kejahatan biasa yang muncul karena peluang, kekerasan seksual justru bisa dirancang dan diciptakan oleh pelaku," jelas Desti.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan respons dan interaksi yang cukup baik dari peserta. Meskipun diselenggarakan secara hybrid, antusiasme tetap terasa, terutama melalui partisipasi aktif peserta.

Acara ditutup oleh Kepala PSGA UIN Gus Dur, Nadhifatuz Zulfa, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi antara PSGA, UKM SIGMA, Duta Gender, dan seluruh elemen kampus dapat terus diperkuat demi membangun budaya akademik yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan seksual.

Bangun Generasi Peduli, Talkshow Gender UKM SIGMA Ajak Siswa SMA Berani Cegah Kekerasan Seksual.

PEKALONGAN - Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan sukses menyelenggarakan acara Gender Talkshow dengan tema "Membangun Generasi Muda yang Peduli dan Berani Mencegah Kekerasan Seksual". Kegiatan ini bertempat di ruang seminar lantai 3 perpustakaan UIN Gus Dur.H. Acara ini diikuti oleh puluhan peserta, dengan turut serta hadir perwakilan siswa dan siswi setingkat SMA di kabupaten dan kota Pekalongan.

Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memberikan wawasan mendalam seputar isu gender dan kekerasan seksual. Narasumber pertama adalah Gilang Nanda Permana Widodo, Duta GenRe Kabupaten Pekalongan tahun 2021. Dalam pemaparannya, Gilang menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai hak-hak perempuan, serta peran institusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan setara.

Narasumber kedua, dr. Ratna Susanti, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Pekalongan, turut berbagi pengalaman dan pandangannya terkait peran generasi muda dalam menciptakan budaya saling menghargai dan berani bersuara melawan kekerasan seksual. Ibu dr. Ratna juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Wakil ketua UKM SIGMA saudari Agil Kiki Anggraini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mengedukasi dan membentuk kesadaran kritis generasi muda, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan diskusi yang interaktif, acara ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi terciptanya ruang aman dan setara, serta memupuk semangat generasi muda yang peduli dan berani dalam memperjuangkan keadilan gender.

Membongkar Fantasi Sedarah: UKM SIGMA Bahas Dampak Psikis dan Sosial Korban

Pekalongan — UKM Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan selenggarakan Lapak Diskusi Gender (LDG) dengan mengangkat tema “Membongkar Realita Fantasi Sedarah: Memahami Psikis Korban dan Dampak Sosialnya”, pada rabu sore (4/6) di lobi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Diskusi ini menghadirkan Ibu Ningsih Fadhilah, M.Pd., seorang akademisi dan praktisi bimbingan dan konseling yang fokus pada isu gender dan anak, sebagai pemantik. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa fantasi sedarah bukan sekadar penyimpangan perilaku, melainkan sering kali merupakan dampak dari pengalaman traumatis masa kecil, relasi kuasa yang tidak seimbang dalam keluarga, kurangnya edukasi seksual, serta tekanan sosial yang represif.

“Bukan sekadar penyimpangan, tapi bisa berakar dari trauma masa kecil, relasi kuasa dalam keluarga, kurangnya edukasi seksual, hingga lingkungan sosial yang represif. Terdapat manifestasi bawah sadar dan pola relasi yang rusak,” ujar Ibu Ningsih.

Diskusi dipandu oleh Rizky Uswatun Khasanah dari Divisi Kajian UKM SIGMA selaku moderator. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas dan berlangsung secara interaktif. Para peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dengan menyampaikan pertanyaan maupun pandangan terkait topik yang dibahas.

Kegiatan LDG ini menjadi wujud kepedulian UKM SIGMA terhadap isu kekerasan dalam relasi keluarga yang belakangan menjadi sorotan publik. Sebagai organisasi yang berfokus pada isu gender, UKM SIGMA berupaya menyediakan ruang dialog yang edukatif dan terbuka bagi mahasiswa dalam memahami kompleksitas persoalan tersebut. Melalui forum ini, UKM SIGMA menegaskan perannya dalam membangun lingkungan kampus yang peka, aman, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan serta kemanusiaan.

Pekalongan — Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (DEMA-U) berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) menyelenggarakan diskusi terbuka bertema “Stereotip Gender: Jalur Advokasi dan Korelasinya dengan HAM” pada Rabu (28/05) sore. Kegiatan ini berlangsung di pelataran Gedung Student Center dalam suasana santai namun sarat makna.

Diskusi dibuka oleh Mazda Ghazali Hidayat, Ketua Umum UKM SIGMA, yang menyampaikan pengantar tentang bagaimana stereotip gender terbentuk sejak dini dan secara tak sadar membentuk pola interaksi sosial. Ghazali menekankan pentingnya refleksi diri dalam membongkar konstruksi sosial yang membatasi peran laki-laki dan perempuan di berbagai ranah kehidupan.

Sesi kedua diisi oleh Kementerian Komunikasi, Politik & Hukum DEMA-U yang memaparkan prosedur pelaporan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Mereka menegaskan bahwa mekanisme ini dirancang untuk menjamin kerahasiaan, memberikan perlindungan bagi penyintas, serta memastikan adanya kepastian hukum di tingkat institusi.

Selanjutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan DEMA-U mengaitkan isu kekerasan seksual dengan perspektif hak asasi manusia. Mereka menegaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki derajat yang setara di mata HAM, tanpa memandang jenis kelamin maupun identitas gender.

Diskusi ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif diskusi terbuka ini. Ia mendorong agar kegiatan semacam ini terus digelar secara rutin tanpa dibatasi oleh formalitas. Menurut Prof. Shinta, ruang-ruang diskusi yang terbuka dan santai justru menjadi wadah efektif bagi mahasiswa untuk saling bertukar ide dan merumuskan solusi secara kreatif.

Dengan tiga sesi pemaparan yang menyentuh ranah konstruksi sosial, jalur advokasi kekerasan seksual, serta perspektif HAM, kolaborasi antara DEMA-U dan UKM SIGMA ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kritis mahasiswa terhadap stereotip gender. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kampus yang lebih inklusif, adil, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Diskusi UKM SIGMA Soroti Kekerasan Digital yang Dialami Anak Muda

Pekalongan, Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) pada Selasa (27/05) sore. Bertempat di halaman belakang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kegiatan ini mengangkat tema yang relevan dengan keseharian generasi muda: "Ngonten Tapi Dilecehkan: Aman Gak Sih Jadi Anak Muda di Media Sosial?"

 

Dipandu oleh Avidah Sirley Salsabila (anggota Divisi Kajian) dan Putri Wahyu Widiyaningsih (Koordinator Divisi P3A - Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota), diskusi berjalan interaktif dan penuh antusiasme. Peserta terdiri dari anggota dan pengurus UKM SIGMA serta mahasiswa umum aktif menyampaikan pandangan, pengalaman pribadi, dan keresahan mereka terkait pelecehan digital yang marak terjadi di media sosial.

 

Tema ini diangkat sebagai respons terhadap semakin meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender online, khususnya terhadap konten kreator muda yang kerap menjadi sasaran komentar seksis, perundungan, hingga ancaman. Diskusi ini menjadi ruang aman untuk saling bertukar pengalaman, menyuarakan keresahan, serta merumuskan langkah-langkah preventif agar generasi muda tetap aman dan berdaya di dunia digital.

 

“Media sosial bisa memberi banyak informasi, tapi tetap perlu batasan diri dan etika agar tak terjerumus hal-hal negatif,” Ujar Putri dalam pemaparannya. 

 

Kegiatan LDG ini merupakan program rutin UKM SIGMA yang bertujuan mendorong diskusi kritis seputar isu-isu gender dan sosial dalam format santai namun substansial. Lapak Diskusi Gender tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga bentuk advokasi dan penguatan solidaritas antar mahasiswa.

 

Dengan semangat kolaboratif dan kesadaran kritis, UKM SIGMA berharap diskusi semacam ini dapat terus menjadi ruang belajar dan bergerak bersama dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman, inklusif, dan responsif terhadap isu gender.

Pekalongan - UKM SIGMA UIN Gus Dur Pekalongan melalui Divisi Kominfo mengadakan pelatihan desain grafis dengan tema “Bikin, Upload, Cuan: Pelatihan Design Grafis Template Canva Untuk Dijual Online” pada Minggu (11/05) di ruang FUAD 3.7. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus UKM SIGMA serta sejumlah mahasiswa yang tertarik memperdalam keterampilan desain dan pembuatan konten visual.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk menunjang keterampilan pengurus UKM SIGMA, khususnya dalam menyebarkan pesan-pesan penting seperti kesetaraan gender, anti kekerasan, serta nilai-nilai keadilan sosial yang menjadi fokus utama UKM SIGMA. Di era digital, kemampuan mengemas pesan melalui visual yang menarik menjadi krusial agar gagasan-gagasan tersebut dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif.

Dengan memanfaatkan platform Canva, pelatihan ini juga mendorong semangat kemandirian ekonomi di kalangan mahasiswa melalui peluang usaha kreatif, seperti penjualan template desain digital. Harapannya acara ini dapat memberikan keterampilan sekaligus ladang wirausaha mahasiswa.

Sebagai pemateri, panitia menghadirkan Muhammad Luthfi Maulana, seorang graphic designer yang memandu peserta dalam proses pembuatan template desain dari awal. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar desain, pemilihan layout, penataan elemen visual, serta pengaturan format agar layak dijual di platform online. Seluruh tahapan ditampilkan secara langsung melalui layar presentasi, memungkinkan peserta mengikuti proses secara runtut dan praktis.

Acara ini diketuai oleh Nauroh Khisanah dari Divisi Kominfo UKM SIGMA. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi kegiatan UKM SIGMA serta menjadi bekal berharga bagi peserta yang ingin mengembangkan potensi di bidang desain grafis dan kewirausahaan digital.

UKM SIGMA Mengadakan Rapat Triwulan Pertama Tingkatkan Kerja Antardivisi

Pekalongan — Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Rapat Triwulan I pada Minggu (04/05) di ruang kelas FUAD 3.7. Rapat yang mengusung tema “Revitalisasi Internal dan Penguatan Sinergi” ini dihadiri oleh seluruh pengurus dari masing-masing divisi.

Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan capaian program kerja yang telah dijalankan selama tiga bulan pertama masa kepengurusan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan komunikasi lintas divisi guna menunjang efektivitas kerja organisasi ke depan.

Divisi-divisi yang hadir dalam rapat ini meliputi Divisi Kajian, Supporting, Eksternal, P3A (Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota), Kominfo (Komunikasi dan Informasi), serta Badan Pengurus Harian (BPH). Masing-masing divisi menyampaikan laporan kegiatan, kendala yang dihadapi, serta usulan perbaikan untuk perkembangan organisasi berikutnya.

Ketua Umum UKM SIGMA menyampaikan bahwa rapat triwulan ini merupakan langkah awal dalam membangun budaya evaluatif dan reflektif di tubuh organisasi. “Melalui forum ini, kita tidak hanya menilai pencapaian, tetapi juga membangun semangat kolaboratif untuk menciptakan program yang lebih berdampak dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rapat ditutup dengan sesi diskusi terbuka antardivisi untuk menyusun langkah strategis yang lebih terarah, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan visi dan misi UKM SIGMA sebagai organisasi yang responsif terhadap isu-isu gender dan sosial di lingkungan kampus.

Lapak Diskusi Gender Bahas Kesehatan Mental dan Kesetaraan: Menyuarakan Keadilan dari Halaman Perpustakaan

Pekalongan — UKM SIGMA kembali menggelar Lapak Diskusi Gender (LDG) yang ketiga dengan tema “Dari Ketidakadilan Menuju Kesetaraan: Menggali Hubungan antara Kesetaraan Gender dan Kesehatan Mental”. Bertempat di halaman perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Selasa (29/04) sore, diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ketimpangan gender berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan mental, terutama di lingkungan kampus.

Acara ini dipandu oleh Nadya Tri Ardiyanti dari Divisi Kajian sebagai moderator, dan menghadirkan Ikhfa Fauziyatul Maula dari Divisi Supporting sebagai pemantik utama. Dalam pemaparannya, Ikhfa menekankan bahwa kesehatan mental kerap kali diabaikan dalam perbincangan tentang kesetaraan gender, padahal banyak kasus tekanan psikis dialami oleh individu karena ekspektasi sosial yang timpang berbasis gender.

“Ketika perempuan dibebani standar ganda, laki-laki dibatasi dalam mengungkap emosi, dan minoritas gender mengalami diskriminasi, maka kita perlu bertanya: seberapa sehat ruang sosial kita bagi semua orang?” ujar Ikhfa.

Diskusi ini turut mengajak peserta untuk membedah pengalaman pribadi dan sosial secara terbuka, menjadikan LDG bukan hanya forum teoretis, melainkan juga ruang aman untuk berbagi. Mahasiswa dari berbagai fakultas tampak antusias memberikan respons dan pertanyaan, menunjukkan bahwa tema kesetaraan dan kesehatan mental memiliki relevansi kuat dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Lapak Diskusi Gender adalah program rutin UKM SIGMA yang bertujuan membumikan isu-isu gender ke ruang-ruang publik kampus dengan pendekatan santai namun substansial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembicaraan soal keadilan gender tidak harus selalu berada di seminar besar, tetapi bisa dimulai dari lingkaran diskusi kecil yang membumi dan inklusif.

UKM SIGMA UIN Gus Dur Pekalongan Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Training Administrasi

PEKALONGAN — Dalam upaya memperkuat budaya akademik sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) dan Training Administrasi (TA) pada minggu (27/4) di Gedung FUAD.

PKTI yang merupakan program kerja Divisi Penelitian, Pengembangan, dan Pengkaderan Anggota (P3A) diketuai oleh Karima Ibnatun Najwa sebagai ketua pelaksana. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Athoillah Islamy S.H.I. M.A.Hk., akademisi yang dikenal aktif sebagai reviewer di lebih dari 10 jurnal ilmiah nasional serta Managing Editor TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences.

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali teori penulisan karya ilmiah, tetapi juga diajak memahami praktik penyusunan artikel yang memenuhi standar publikasi akademik, mulai dari identifikasi masalah, hingga teknik penulisan abstrak, hasil, dan pembahasan yang sistematis.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya aspek kebaruan (novelty) dalam riset dan strategi meningkatkan kualitas referensi, dengan mendorong penggunaan sumber-sumber terbaru dari jurnal ilmiah bereputasi. Materi yang disampaikan relevan untuk mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan karya tulis akademik, baik untuk kebutuhan perkuliahan maupun publikasi lebih lanjut.

Sementara itu, Training Administrasi yang merupakan program kerja Badan Pengurus Harian (BPH) UKM SIGMA dipandu oleh Rahmi Nurmulia, Sekretaris I UKM SIGMA. Pada sesi ini, peserta mempelajari prinsip-prinsip dasar tata kelola administrasi organisasi, termasuk penyusunan surat resmi, pembuatan laporan kegiatan, dan juga pengelolaan arsip fisik maupun digital. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi yang akuntabel dan tertata, sejalan dengan kebutuhan tata kelola kelembagaan mahasiswa yang semakin kompleks.

Kegiatan yang terbuka untuk seluruh mahasiswa ini mendapat respon baik, terlihat dari kehadiran peserta yang berasal dari berbagai program studi. Selain sebagai wadah peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar ide, serta mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai organisasi.

Dengan menggabungkan penguatan aspek akademik dan kemampuan pengorganisasian, UKM SIGMA terus berkomitmen untuk membangun tradisi keilmuan yang kuat dan menyiapkan mahasiswa yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.

UKM SIGMA Kolaborasi dengan HMPS PAI dalam Acara Seminar Nasional Anti Kekerasan Seksual

Pekalongan, UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan ruang aman bagi seluruh mahasiswa dengan berkolaborasi dalam Seminar Nasional Anti Kekerasan Seksual. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) FORSIMA PAI Jawa Tengah 2025.

Seminar yang mengusung tema “Menciptakan Kampus Merdeka Bebas dari Kekerasan Seksual” ini diadakan di Gedung Student Centre UIN Gusdur Pekalongan dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan edukasi mengenai isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, sekaligus momentum strategis bagi UKM SIGMA untuk memperluas pengaruh gerakannya.

Sebagai unit kegiatan mahasiswa yang fokus pada isu-isu gender, inklusif, dan keberpihakan pada penyintas, UKM SIGMA merasa bahwa tema seminar ini sangat selaras dengan nilai-nilai dan semangat perjuangan yang selama ini diusung. Karena itu, UKM SIGMA turut serta sebagai mitra kolaborasi, dengan menghadirkan layanan dan kontribusi nyata di lokasi acara.

Dalam kesempatan ini, UKM SIGMA memperkenalkan Ruang KONGSI (Konseling SIGMA) kepada seluruh peserta seminar. Ruang KONGSI merupakan salah satu program layanan yang disediakan oleh UKM SIGMA untuk mendampingi mahasiswa dalam berbagai persoalan yang bersifat personal maupun struktural. Layanan yang dikenalkan dalam acara ini meliputi:

  • Layanan Konseling sebaya
  • Layanan psikososial
  • Layanan Bantuan hukum
  • Layanan kesehatan (fisik dan mental)
  • Layanan keagamaan yang inklusif

Dengan membuka stand informasi dan menyapa peserta secara langsung, UKM SIGMA berharap mahasiswa UIN Gusdur Pekalongan secara khusus, dan mahasiswa PAI se-Jawa Tengah secara umum, semakin mengenal peran serta fungsi UKM SIGMA dalam menciptakan ruang aman di lingkungan kampus.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang:

  • Ibu Ningsih Fadhilah, M.Pd., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Gusdur sekaligus anggota Aliansi Pusat Studi Gender se-Indonesia;
  • Bpk. H. Abdul Hamid, M.Pd., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang menyuarakan pentingnya regulasi perlindungan korban kekerasan seksual di kampus;
  • Ilham Fathu Rohman, Duta Genre Indonesia 2025 yang mengajak anak muda untuk terlibat aktif dalam gerakan pencegahan kekerasan seksual dengan pendekatan edukatif dan kreatif.

Seminar ini juga dimoderatori oleh Ihza Maulina, demisioner Ketua KOPRI PMII Pekalongan 2023/2024, yang dikenal aktif dalam isu advokasi perempuan dan mahasiswa.

Melalui partisipasi dalam acara ini, UKM SIGMA ingin menegaskan bahwa kerja-kerja pemberdayaan dan perlindungan mahasiswa dari kekerasan seksual tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu keterlibatan semua pihak. Kolaborasi dengan HMPS PAI ini menjadi bentuk sinergi antar-organisasi mahasiswa untuk memperluas pengaruh dan dampak kerja-kerja advokasi.

SIGMA juga berharap, kehadiran Ruang KONGSI bisa menjadi awal yang baik dalam membangun budaya saling peduli, mendampingi, dan menguatkan sesama mahasiswa di lingkungan kampus. Di tengah maraknya kasus kekerasan dan minimnya akses pendampingan, keberadaan layanan yang terjangkau dan berbasis solidaritas sangat dibutuhkan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif menuju kampus yang responsif terhadap isu-isu kekerasan seksual, serta memperkuat solidaritas antar mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.

الصفحة 2 من 6
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree