Membangun Kepedulian terhadap Kesehatan Mental melalui Sigma Care UKM SIGMA UIN Gusdur

04 تموز/يوليو 2026

Kegiatan Sigma Care dengan tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” telah dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB, bertempat di Gedung FTIK ruang R.4.11 – R.4.12, Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Studi Gender Mahasiswa (SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini merupakan program kerja dari Divisi Supporting dan diikuti sekitar 60 peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan Sigma Care ini menghadirkan satu narasumber, yaitu Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi, M.Psi Psikolog. Peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus dan anggota UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan serta mahasiswa umum di lingkungan kampus tersebut.
Adapun tujuan dilaksanakannya Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan mental, keterampilan mendengar aktif, empati, serta dukungan emosional dalam proses konseling maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian peserta terhadap kondisi psikologis diri sendiri maupun orang lain sehingga dapat menjadi pendengar dan pemberi dukungan yang baik di lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan acara yang dipandu oleh MC dan berlangsung dengan lancar. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pembina UKM SIGMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Ibu Nadhifatuz Zulfa, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan SIGMA CARE. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan karena mampu menjadi wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta membangun sikap saling mendengar, memahami, dan mendukung satu sama lain. Beliau juga menuturkan bahwa tema “Being There: Mendengar, Memahami, dan Mendukung” sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak individu membutuhkan ruang aman untuk didengarkan tanpa dihakimi. Menurut beliau, kehadiran seseorang yang mau mendengar dan memahami dengan tulus dapat menjadi bentuk dukungan sederhana namun sangat berarti bagi orang lain yang sedang menghadapi permasalahan hidup. Selain itu, beliau berharap melalui kegiatan Sigma Care ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar konseling dan kesehatan mental, tetapi juga mampu menerapkan sikap empati, active listening, serta dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Beliau juga mengungkapkan rasa bangga terhadap UKM SIGMA yang terus menghadirkan program-program positif, edukatif, dan bermanfaat bagi mahasiswa. Dan kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog LKKNU Kota Pekalongan. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti sesi materi, tetapi juga diskusi interaktif dan praktik konseling sederhana bersama narasumber.
Dalam pemaparannya, Ibu Lisa Devi Dian Arifia, S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial seseorang. Beliau menyampaikan bahwa permasalahan hidup sering muncul akibat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi emosional, maupun trauma. Oleh karena itu, konselor memiliki peran penting dalam membantu individu memahami dirinya, mengatasi masalah emosional, serta mencapai kesejahteraan mental melalui pendekatan empatik dan dukungan yang tepat.
Materi yang disampaikan berfokus pada teknik komunikasi dalam konseling, khususnya active listening atau mendengar aktif. Narasumber menjelaskan bahwa mendengar aktif bukan hanya sekadar mendengar ucapan lawan bicara, tetapi juga melibatkan perhatian penuh, pemahaman emosional, dan kemampuan memahami maksud serta perasaan seseorang tanpa menghakimi. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan teknik empati, refleksi perasaan, parafrase, dan klarifikasi agar lawan bicara merasa dimengerti dan tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya.
Pada sesi terakhir, pembahasan difokuskan pada supportive counseling atau dukungan dalam konseling. Narasumber menjelaskan bahwa dukungan tidak selalu berarti menyelesaikan seluruh masalah orang lain, melainkan dapat diwujudkan melalui perhatian, mendengarkan, menenangkan, dan memberikan dukungan emosional maupun praktis. Dengan dukungan yang tepat, seseorang akan merasa lebih dihargai, nyaman, dan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya dengan lebih baik.
Kegiatan Sigma Care berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Melalui kegiatan ini, UKM SIGMA berharap peserta mampu menerapkan sikap empati, mendengar aktif, dan dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan bersama.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree